Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menegaskan Holywings telah melakukan penistaan agama. Sehingga, dia menilai penutupan jadi langkah nyata untuk memberikan pelajaran kepada manajemen Rumah Hiburan Umum (RHU) tersebut.
“Memang harus dikasih pelajaran ditutup, karena telah melecehkan, penghinaan terhadap agama atas penyebutan María dan Muhammad,” kata Cak Ji sapaannya saat dihubungi, Selasa (28/6/2022).
Cak Ji juga membenarkan langkah Satpol PP Kota Surabaya melayangkan surat penertiban untuk Holywings. Surat tersebut telah disampaikan ke manajemen pada Minggu (26/6/2022) dan sejak saat itu, izin Holywings dibekukan.
“Sudah benar kalau ditutup. Sudah kasih surat penertiban ke Holywings,” tegasnya.
Cak Ji memastikan Pemkot mengambil tindakan tegas dan responsif atas kasus ini. Ia memastikan bahwa Pemkot Surabaya hadir di segala lini.
“Pemkot Surabaya respon dengan hal sensitif. Ini sensitif sekali karena memicu dengan dua nama yang jadi simbol agama Islam dan Katolik,” ujarnya.
Kendadi telah dibekukan, namun ia menyebut tidak sembarang bisa mencabut izin. Ada mekanisme yang harus diterapkan dengan diawali pengiriman surat penertiban kepada manajemen.
“Jadi kirim surat penertiban. Sudah dikirimkan,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Holywings”]
Penutupan sementara itu, lanjut dia, berangkat dari kasus promosi alkohol gratis pengunjung dengan nama Maria dan Muhammad. Politisi PDI Perjuangan itu menilai promo tersebut menyakiti hati umat Islam dan Katolik.
“Itu kan promo dari Jakarta tapi menyebar ke seluruh dunia. Di Surabaya juga ada. Ini (penutupan) adalah langkah tegas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto, mengatakan saat ini Holywings dilarang beroperasi. Bila kedapatan beroperasi, maka Holywings Surabaya dinyatakan telah melakukan pelanggaran dan bisa diambil tindakan tegas.
“Sudah tutup sejak Minggu kemarin,” kata Eddy.
Surat penertiban itu sendiri dibuat oleh Satpol PP dan Dinas Pariwisata Kota Surabaya. “Sudah dibuat dan sudah dikirim,” tegasnya.
Sejak hari Minggu kemarin, lanjutnya, Satpol PP telah berjaga di tempat tersebut. Selain untuk memastikan bahwa Holywings telah ditutup, pihaknya juga menjaga keamanan.
“Karena ada beberapa ormas yang berjaga disitu ya,” pungkasnya. [asg/beq]






