Blitar (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota (Wawali) Blitar, Elim Tyu Samba buka-bukaan perihal perselisihan dengan Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin. Orang nomor dua di Kota Blitar itu pun buka-bukaan soal akar perselisihan dengan Wali Kota Blitar.
Menurut Elim, permasalahan dirinya dengan Mas Ibin tak hanya berkaitan soal rotasi dan mutasi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) semata. Banyak hal lain yang membuat Wawali itu dengan Wali Kota Blitar.
“Penganggaran diproses PAK 2025 dan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2026 sama sekali saya tidak diajak bicara sama sekali, Saya hanya sekali mendapatkan undangan rancangan anggaran di tahun 2026 dari Kemenku yang anggaran kita dipotong Rp114 miliar cuma satu kali itu,” beber Elim pada Selasa (14/10/2025).
Sejak menjabat pada tanggal 20 Februari 2025, Elim mengaku tak banyak dilibatkan dalam urusan pemerintahan, termasuk didalamnya adalah soal penganggaran. Politisi Gerindra itu mengaku tak banyak diajak bicara oleh sang partner tidak lain adalah Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
“PAK saya tidak tahu, Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026 saya juga tidak tahu meskipun saya menghadiri rapat paripurna karena saya dapat undangan dari DPRD,” tegasnya.
Elim sendiri mengaku bingung kenapa dirinya tidak pernah diajak bicara meski statusnya sebagai wakil dari Wali Kota Blitar. Padahal, Elim berharap ada komunikasi yang baik dengan sang Wali Kota Blitar.
“Saya sih berharap diajak bicara tapi sampai sekarang tidak ada komunikasi,” tegasnya.
Sebelumnya Elim protes soal rotasi dan mutasi jabatan. Bahkan karena tidak diajak bicara, Elim memutuskan untuk tidak hadir dalam acara mutasi 123 jabatan ASN di Pemerintahan Kota (Pemkot) Blitar.
Elim pun akan mengambil langkah tegas dengan melakukan pelaporan dua hal itu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bagi Elim apa yang ia rasakan ini sudah kelewatan.
“Ini sudah jelas melenceng dari aturan (soal mutasi jabatan). Makanya saya akan melaporkan ke Kemendagri,” tandasnya. [owi/beq]






