Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah pusat berwacana hendak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite untuk mengimbangi merangkaknya harga minyak dunia. Wacana ini dinilai dapat berdampak terhadap pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Kenaikkan harga BBM dengan kadar oktan 90 itu diprediksi bakal mengkerek inflasi komponen inti. Pada akhirnya, inflasi secara keseluruhan akan meningkat lebih pesat dari posisi terakhir sebesar 4,94 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya mencatat terjadinya inflasi sebesar 0,58 persen pada Juli 2022. Terdapat kenaikan sebesar 0,12 persen dari bulan sebelumnya sebesar 0,46 Persen.
Untuk mengendalikan inflasi, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengungkapkan pihaknya akan memperkuat konsolidasi perangkat daerah untuk berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD).
“Yang mengalami kenaikan cukup signifikan di antaranya makanan. minuman dan transportasi. Oleh karena itu kita akan koordinasikan untuk mengambil langkah antisipasi,” kata pria yang akrab disapa Cak Ji ini di Surabaya, Senin (22/8/2022).
Pengendalian inflasi di Kota Surabaya merupakan penjabaran dari Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2017 tentang Tim Pengendalian Inflasi dan Peraturan Menteri Perekonomian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Mekanisme dan Tata Kerja Tim Pengendalian Inflasi Pusat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pengendalian-inflasi”]
Cak Ji mengungkapkan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM menggelar operasi pasar. Selain itu, melakukan pendataan harian terhadap harga komoditas bahan pokok untuk memantau lonjakan yang terjadi dilapangan.
“Kami juga berupaya memangkas rantai distribusi dari produsen ke konsumen. Tidak lupa untuk menjamin ketersediaan komoditas di lapangan agar tidak terjadi penimbunan,” tegas Cak Ji.
Cak Ji juga menerangkan berbagai komoditas yang mendorong terjadinya inflasi yaitu bawang merah, cabai merah , cabai rawit dan angkutan udara. Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga stabilitas harga yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. [asg/beq]






