Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyebut Bhayangkara FC sebagai salah satu kontestan Liga 1 yang paling agresif di bursa transfer dengan merekrut deretan pemain kunci dari klub-klub besar. Menjelang pertemuan kedua tim, Tavares mewaspadai kematangan skuat lawan yang dihuni pemain asing berpengalaman seperti Sho Yamamoto, Ryo Matsumura, hingga Moussa Sidibe.
Berbeda dengan Persebaya yang banyak mendatangkan pemain asing baru di kancah sepak bola nasional, Bhayangkara FC justru mengandalkan pilar-pilar yang sudah teruji di kompetisi Indonesia. Faktor adaptasi ini dinilai Tavares menjadi keunggulan utama tim berjuluk The Guardian tersebut yang membuat mereka sangat berbahaya dalam melancarkan skema permainan.
“I feel Bhayangkara is one of the teams that got the most players in this transfer window. And they are not just players, they are key players from other clubs. If you remember, they recruited Moussa Sidibe who was a key player in Persis Solo before and others,” ungkap Tavares, Kamis (12/2/2026).
Tavares mengamati bahwa Bhayangkara FC memiliki gaya bermain yang sabar dan terstruktur dengan membangun serangan dari lini belakang. Pola aliran bola dari kaki ke kaki tersebut sering kali berujung pada serangan sporadis yang mematikan, sehingga Persebaya dituntut untuk tetap waspada selama 90 menit penuh.
“Mereka bermain sabar, membangun serangan dari belakang, dan bisa tiba-tiba melakukan serangan sporadis. Kami harus meredam pola permainan mereka agar tidak berkembang,” jelas mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Untuk menetralisir permainan terbuka lawan, Tavares telah menyiapkan strategi mid block yang terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan antara pertahanan dan transisi serangan pada beberapa laga terakhir. Skema ini diharapkan mampu memutus alur serangan lawan sebelum memasuki zona berbahaya di area penalti Bajol Ijo.
Selain kesiapan taktik, Tavares juga memberikan perhatian khusus pada detail-detail kecil seperti situasi bola mati dan lemparan ke dalam. Ia tidak ingin mengulang kesalahan pada putaran pertama, di mana kemenangan Persebaya yang sudah di depan mata sirna akibat kebobolan lewat lemparan ke dalam di menit tambahan waktu.
“Di putaran pertama kami seri 1-1. Hampir saja tim menang tapi kebobolan di waktu tambahan lewat lemparan ke dalam,” tutup Tavares.
Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) diharapkan dapat menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk mengamankan poin penuh.
Tavares meyakini atmosfer stadion akan menjadi faktor pembeda yang mampu meningkatkan motivasi serta mental bertanding anak asuhnya dalam menghadapi tim bertabur bintang tersebut. [way/ian]






