Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto diminta lebih waspada terhadap potensi peningkatan persebaran Covid-19 pasca libur lebaran. Apalagi diketahui varian baru Covid B.1.17 UK strain asal Inggris sudah menjangkiti salah satu warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang baru pulang dari luar negeri.
“Kami meminta kepada bupati agar segera melakukan rapat koordinasi. Bukan hanya satuan tugas pemkab, tapi juga mengundang stakeholder yang lain seperti NU, Muhammadiyah, MUI, maupun ormas lainnya,” kata Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nahdlatul Ulama Jember Ayub Junaidi, Rabu (19/5/2021).
Menurut Ayub, ini untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19. “Urusan pandemi ini bukan hanya urusan pemerintah, tapi urusan seluruh masyarakat, khususnya di Jember. Covid ini tidak akan bisa diselesaikan oleh pemerintah tanpa kebersamaan dengan masyarakat. Bagaimana kebijakan pemerintah jika tidak disosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.
“NU dan Muhammadiyah ini umatnya banyak. Kalau mereka dilibatkan dalam menyosialisasikan dan menyampaikan program pemerintah dalam penanganan Covid, suara mereka akan lebih dituruti masyarakat. Itu memang kultur masyarakat Jember. Bagaimana melibatkan alim ulama dan tokoh masyarakat,” kata Ayub.
Satgas Covid NU tidak ingin Jember kembali berstatus merah karena lonjakan penderita. “Kita harus antisipasi termasuk bagaimana kesiapan tenaga kesehatan dan ruang isolasi di rumah sakit. Kita berdoa semoga tidak ada lonjakan kasus. Tapi kalau kita melihat bagaimana situasi kerumunan, bagaimana protokol kesehatan dilanggar masyarakat, kita pesimistis. Waspada dan antisipasi penting agar pemerintah daerah dan masyarakat tidak gagap apabila terjadi kejadian tak diinginkan,” kata Ayub.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Ayub ingin semangat melawan Covid seperti awal-awal pandemi. “Bagaimana masyarakat menaati protokol kesehatan. Hari ini luntur seakan-akan Covid sudah habis. Negara lain sudah melakukan lockdown. Tapi Indonesia tidak mengambil kebijakan seekstrem itu. Ada win win solution. Itulah pentingnya pemda menyosialisasikan program,” katanya.
“Pemerintah daerah harus segera melakukan tracing (pelacakan). Warga yang datang coba diambil acak. Kalau ada, segera diisolasi. Pemerintah bisa bekerjasama dengan satgas Covid di desa-desa,” kata Ayub. [wir/but]






