Surabaya (beritajatim.com) – Kerupuk memang sudah menjadi salah satu makanan pendamping yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Selain dikonsumsi bersama nasi, kerupuk juga kerap dijadikan camilan.
Jika tidak ada kerupuk, bisa-bisa mood untuk menyantap makanan menjadi pudar alias malas makan.
Tidak hanya itu, karena sangking populernya, kerupuk memiliki berbagai macam jenis, mulai dari kerupuk bawang, rempeyek, kerupuk udang, dan masih banyak lagi.
Tetapi, taukah Anda jika ada bahaya yang mengintai jika kita terlalu berlebihan dalam mengonsumsi kerupuk. Berikut beberapa masalah kesehatan meresahkan yang dapat terjadi.
Percaya tidak jika kerupuk memiliki kandungan lilin? Hal ini tentu tidak semua dibuat oleh produsen kerupuk. Namun hanya produsen yang nakal saja.
Untuk cara mengetahui apakah kerupuk tersebut terdapak kandungan lilin, Anda bisa membakarnya dan lihat hasilnya apakah akan ikut terbakar atau tidak. Jika iya, maka indikasi bahwa kerupuk tersebut mengandung positif lilin.
Risiko Kesehatan Jika Berlebihan Mengonsumsi Kerupuk
Kerupuk harus diolah dengan cara digoreng di dalam minyak. Karena alasan inilah kita terkadang masih bisa menemukan kandungan minyak pada permukaan kerupuk. Hal ini membuat kerupuk kaya akan kandungan kalori dan lemak yang jika dikonsumsi secara berlebihan tentu akan bisa memicu kegemukan.
Tidak hanya minyak, kandungan lain yang sangat tinggi pada kerupuk adalah natrium. Banyaknya taburan garam dan berbagai bumbu penyedap inilah yang bisa membuat kerupuk memiliki rasa lebih gurih. Mengkonsumsinya dengan berlebihan tentu akan membuat kita lebih beresiko terkena masalah tekanan darah tinggi.
Selain itu, kandungan polyvinyl chloride ternyata bukan hanya merusak hati, namun juga ginjal. Dalam melakukan proses pembuangan racun atau detoksifikasi, jika zat yang di cerna terlalu berbahaya, akan meningkatkan kerja ginjal.
Padahal jika anda membiarkan ginjal bekerja tidak sesuai mestinya, akan merusak sistem kinerjanya. Parahnya hal ini akan adalah meningkatkan resiko penyebab gagal ginjal.
Apalagi jika kerupuk yang Anda sukai berwarna, lantaran memiliki kandungan zat pewarna berbahaya yang bersifat karsinogen atau memicu kanker. Bahan plastik yang masuk dalam tubuh, efek samping dalam jangka panjang adalah kemungkinan terkena penyakit kanker lebih besar.
Biasanya kanker akan menyerang pada bagian tubuh anda yang menjadi tempat pengendapan bahan plastik tersebut. (frs/ian)






