Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu penyakit berbahaya yang harus diwaspadai karena dapat menyerang siapa saja adalah penggumpalan di otak. Ini dapat terjadi ketika ada sumbatan darah yang tidak mengalir lancar ke otak dan dapat menyebabkan serangan stroke dan mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Lalu apa sebenarnya penggumpalan di otak itu? Bagaimana terjadinya?
Darah di dalam tubuh mengandung unsur-unsur penting, seperti sel, nutrisi, gas, dan protein. Ketika terjadi sumbatan atau hambatan dalam alirannya, darah akan menggumbal dan mementuk trombus (darah beku yang rawan menyumbat pembuluh darah).
Tak hanya menghambat aliran, darah beku tersebut bisa pecah dan membentuk kepingan darah beku (embolus) yang rentan menyumbat cabang-cabang pembuluh darah. Apabila penggumpalan darah di otak cukup besar, pasokan darah yang mengarah ke organ vital ini bisa terhambat dan apabila tidak segera ditangani bisa membuat jaringan otak rusak.
Beberapa kemungkinan penyebab terjadinya penggumpalan darah antara lain adanya cedera kepala atau trauma, bekuan dari dari bagian tubuh lain, penyempitan arteri, atau peradangan vena superfisial.
Agar tidak terlambat dalam penanganan, kalian harus sadar akan penyakit ini dengan mengenali tanda-tandanya sebagai berikut.
1. Penglihatan terganggu
Jika kalian pernah mengalami penglihatan yang kabur atau pandangan tiba-tiba menjadi kabur dan tak jelas, maka kalian perlu waspada. Bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala awal dari penggumpalan darah di otak. Bagian mata yang bermasalah bisa salah satu atau malah keduanya.
2. Bicara terganggu
Selain penglihatan, penggumpalan darah di otak bisa mengganggu tata bicara. Penderitanya bisa tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk bicara dan berkomunikasi. Sehingga ketika bisa berbicara pun, kata-kata yang keluar akan sulit untuk dipahami.
3. Menghambat kemampuan makan dan minum
Penggumpalan di otak nyatanya juga merusak kemampuan seseorang untuk makan dan minum. Artinya, aktivitas menelan asupan gizi ini menjadi terhambat, bahkan penderita menjadi mudah tersedak.
4. Sakit kepala
Sakit kepala yang dirasakan ketika terjadi penggumpalan di otak akan berbeda dengan sakit kepala biasa. Dimana terjadi secara tiba-tiba dan sakitnya luar biasa. Ditambah lagi dengan gejala-gejala lain seperti mual dan kejang.
5. Bagian tubuh lumpuh
Jika sudah semakin parah, peggumpalan darah di otak bisa berdampak pada terjadinya kelumpuhan, yang mana bisa juga berujung pada stroke. Misalnya salah satu kaki atau tangan tidak bisa digerakkan, atau mulut yang terlihat pencong.
Sebagai informasi, penggumpalan darah tidak hanya terjadi di otak, namun juga bisa muncul di kaki, lengan, jantung, paru-paru, atau perut sekalipun. Dampak yang terjadi pun tergantung lokasi serta tingkat keparahannya.
Sehingga mengenali tanda-tandanya bisa membantu mencegah penggumpalan semakin parah dan pengobatan bisa cepat dilakukan. (mnd/ian)






