Jombang (beritajatim.com) – Ruas tol Jombang-Mojokerto (Jomo) sepanjang 40,5 kilometer siap menyambut arus mudik Lebaran 2025. Namun, pemudik diimbau untuk ekstra waspada saat melintasi jalur ini, terutama di dua titik yang dikenal rawan kecelakaan: KM 686 dan KM 690.
Setiap tahunnya, titik rawan di Tol Jomo mengalami pergeseran. Untuk musim mudik kali ini, dua lokasi tersebut menjadi fokus perhatian utama. “Jalur rawan kecelakaan di Tol Jomo setiap tahun bergeser. Nah, untuk Lebaran tahun ini ada dua titik rawan, yakni KM 686 dan 690 jalur A,” ungkap Head of Business & Relation Astra Tol Jomo, Zanuar Firmanto, Rabu (26/3/2025).
Langkah Antisipasi: Marka Kejut hingga Rambu Peringatan
Agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir, ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto telah mengambil berbagai langkah pencegahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan tersebut.
Selain itu, pengelola juga memasang rumble strip atau marka kejut di jalur rawan kecelakaan. Rumble strip ini berbentuk garis-garis melintang berwarna putih yang menonjol di atas permukaan jalan.
Saat kendaraan melintas di atasnya, efeknya mirip seperti melewati polisi tidur kecil, sehingga memberikan getaran pada kendaraan dan mengingatkan pengemudi untuk tetap fokus.
“Tujuan pemasangan rumble strip adalah memberikan sinyal bagi pengendara agar tetap waspada dan tidak mengantuk saat berkendara. Dengan begitu, potensi kecelakaan bisa ditekan,” tambah Zanuar.
Edukasi Pemudik: Istirahat Jika Lelah
Lebih dari sekadar infrastruktur pencegahan, kesadaran pemudik dalam menjaga kondisi fisik saat berkendara juga sangat penting. Zanuar mengingatkan agar para pengemudi beristirahat di rest area jika merasa lelah atau mengantuk.
“Kalau memang lelah, sebaiknya pengguna jalan beristirahat di rest area yang telah disediakan. Jangan memaksakan diri mengemudi dalam kondisi tidak prima karena itu sangat berbahaya,” tegasnya.
Prediksi Arus Mudik dan Persiapan Petugas

Lebaran tahun ini diperkirakan menjadi salah satu yang paling padat dalam beberapa tahun terakhir. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, dengan sekitar 55 ribu kendaraan yang akan melintas di Tol Jombang-Mojokerto.
Sementara itu, arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada Kamis, 3 April 2025, dengan lonjakan signifikan hingga 92 ribu kendaraan.
Menghadapi tingginya volume kendaraan, ASTRA Infra telah menyiagakan 200 petugas untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas. Sejumlah armada layanan juga telah dipersiapkan.
Di antaranya, 3 mobil patroli untuk pengawasan dan pengamanan jalur tol, 1 mobil rescue untuk menangani kondisi darurat, 2 ambulans dengan perlengkapan medis lengkap, serta 4 mobil derek guna membantu kendaraan yang mengalami kendala teknis. [suf]






