Mojokerto (beritajatim.com) – Memasuki Maret 2024, wilayah Kabupaten Mojokerto harus waspada. Pasalnya, cuaca ekstrem yang terjadi berpotensi dibarengi angin kencang hingga puting beliung diprediksi akan terjadi hingga pertengahan Maret mendatang di Mojokerto.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim.
“Prediksi BMKG Juanda, Februari-Maret. hingga pertengahan Maret, untuk musim hujan sendiri sampai akhir Maret. Akhir Maret masih hujan tapi intensitasnya tidak begitu tinggi. Potensi terjadi pohon tumbang ada di sepanjang jalur provinsi,” ungkapnya, Selasa (5/3/2024).
Jalur provinsi yang dimaksud Khakim adalah sepanjang wilayah Kecamatan Mojoanyar hingga Pungging. Karena di sepanjang jalur tersebut banyak pohon besar di sisi kanan dan kiri. Sehingga berpotensi terjadi pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang.
“Awal Maret ini, sudah dua kejadian pohon tumbang karena cuaca ekstrem. Sabtu kemarin di Gedeg dan kemarin di Bangsal. Itu karena pohon sudah besar dan keropos, ini memang yang berpotensi tumbang saat diterjang hujan dan angin kencang. Hujan terjadi sampai akhir Maret tapi sudah jarang,” ujarnya.
Sebelumnya, sebuah pohon di jalur provinsi tepatnya di Jalan Raya Ngranggon, Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Senin (4/3/2024) tumbang. Akibat tumbangnya pohon jenis Kesono dengan diameter ± 60 cm ini menyebabkan kemacetan hingga 4 km.
Pohon tumbang yang terjadi sekira pukul 14.00 WIB disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang. Pohon yang sudah kropos pada bagian akar tersebut menyebabkan pohon tumbang saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. [tin/suf]






