Jakarta (beritajatim.com) – PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah membangun dan merenovasi berbagai masjid besar di Indonesia, seperti Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Baiturrahman Semarang, dan Masjid Sheikh Zayed Solo. Menyambut Ramadan 1446 Hijriah, masjid-masjid ini siap menggelar salat tarawih berjamaah.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyampaikan bahwa sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita Karya selalu mengutamakan kenyamanan pengguna dalam setiap proyek, termasuk dalam pembangunan dan renovasi masjid. Diharapkan, jamaah bisa beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.
“Waskita juga melihat sejarah atau latar belakang berdirinya masjid yang ingin dibangun dan direnovasi. Hal ini guna menyelaraskan bangunan tanpa harus mengubah bentuk secara signifikan, sehingga nilai sejarah tetap terjaga pada bangunannya,” jelas Ermy dalam keterangan resmi.
Masjid Baiturrahman Aceh, misalnya, merupakan salah satu masjid tertua yang berdiri sejak 1612. Masjid Istiqlal, yang dibangun sejak 1961, telah menjadi saksi berbagai agenda kenegaraan. Masjid Baiturrahman Semarang, yang awalnya bernama Masjid Candi Semarang, didirikan pada tahun 1955, sementara Masjid Sheikh Zayed Solo merupakan hibah dari Uni Emirat Arab kepada Indonesia.

“Dalam proses pembangunannya, masjid yang dikerjakan oleh Waskita diselesaikan tepat waktu, bahkan ada yang lebih cepat dari target. Perseroan juga menambahkan inovasi green building serta beberapa fasilitas berteknologi modern,” tutur Ermy.
Salah satu contohnya adalah renovasi Masjid Baiturrahman Aceh, yang dimulai pada 2015 setelah terdampak bencana tsunami 2004. Masjid ini dikembangkan menyerupai Masjid Nabawi di Madinah, dengan pemasangan 12 payung raksasa serta penanaman pohon kurma di halamannya. Perluasan halaman dan pemasangan payung elektrik memungkinkan masjid ini menampung hingga 24.405 jamaah, meningkat dari kapasitas awal 9.000 jamaah. Kini, masjid ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Aceh.

Renovasi Masjid Istiqlal Jakarta dimulai pada 2019 dan selesai pada Januari 2021. Waskita memanfaatkan luasnya halaman masjid dengan menata lanskap yang kini digunakan untuk pusat perbelanjaan dan area kuliner yang dikelola oleh UMKM.
Pada renovasi Masjid Baiturrahman Semarang, Waskita menggunakan sistem Building Automation System (BAS) yang mengintegrasikan sistem tata udara, pencahayaan khusus, serta kontrol peralatan mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP). Konsep smart building yang diterapkan menjadikan masjid ini sebagai salah satu ikon arsitektur modern Kota Semarang.

Sementara itu, Masjid Sheikh Zayed Solo dibangun menyerupai miniatur Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi di UEA, dengan tambahan ukiran batik kawung khas Solo pada karpetnya. Masjid ini mampu menampung hingga 10 ribu jamaah dan menjadi kebanggaan warga Jawa Tengah.
“Keempat masjid yang dibangun oleh Waskita menjadi simbol umat Islam di daerah tersebut dan dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata rohani. Kami berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dengan lebih khusyuk di masjid-masjid karya Waskita,” harap Ermy. [way/beq]






