Surabaya (beritajatim.com) – Advokat yang juga mantan aktivis PRD asal Surabaya, Sholeh mengecam keras usulan atau wacana yang dilontarkan oleh Wasekjen PAN, Rosaline Irene Rumaseuw.
Rosaline Irene Rumaseuw mendadak jadi bahan perbincangan. Gara-garanya, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta pemerintah membuat rumah sakit khusus pejabat dan anggota DPR RI.
Rosaline menyampaikan, banyak pejabat negara yang sulit mendapatkan rumah sakit di tengah pandemi Covid-19.
Usulan Rosaline Irene Rumaseuw tersebut lantas menuai kritikan dari sejumlah kalangan, termasuk sejumlah politisi. Bahkan partai tempatnya bernaung, PAN juga telah menegur Rosaline Irene Rumaseuw.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pan”]
“Ini ada ide (Rosaline Irene Rumaseuw), kalau dibilang gila, ya agak gila lah ini. Yang menjadi tanda tanya, logikanya apa? Masyarakat orang kecil, orang miskin, orang menengah, pejabat, semua itu sama di depan hukum dan pemerintahan. Tidak ada bedanya, oh kalau pejabat itu harus ada privilige, oh nggak, semua sama. Coba buka Undang-undang Dasar 1945, coba buka Undang-undang Kesehatan, Undang-undang Rumah Sakit dan Undang-undang Praktik Kedokteran,” tegas Sholeh dalam videonya dan telah dikonfirmasi beritajatim.com, Jumat (9/7/2021).
Sholeh menegaskan, dalam Undang-undang yang ada itu tidak ada perbedaan antara rakyat biasa dan pejabat. “Kalau mereka sakit, maka tenaga kesehatan wajib segera menangani dan mengobati. Nggak onok ceritane iku kalau orang kecil nanti dulu minggu depan, kalau pejabat didahulukan, nggak, semua sama. Menurut saya, ide Wakil Sekjen PAN itu ide gila yang nggak perlu dituruti dan harus ditolak. Sebab masyarakat itu sama, baik orang kecil maupun pejabat,” tukasnya. [tok/but]






