Bondowoso (beritajatim.com) – Kawasan Paltuding, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso tak hanya dikenal sebagai pintu masuk menuju Kawah Ijen, tetapi juga menjadi pusat geliat ekonomi mikro berkat keberadaan warung-warung 24 jam yang melayani para wisatawan.
Warung-warung ini umumnya menggunakan nama perempuan seperti Warung Bu Ernawati dan Warung Mbak Sri. Mereka menyediakan beragam makanan dan minuman, mulai dari mie instan, masakan berkuah, nasi pecel, lalapan, hingga nasi campur. Tak ketinggalan minuman hangat seperti wedang jahe, kopi Arabika dan robusta menjadi favorit pengunjung.
Dengan suhu yang kerap berada di bawah 20 derajat Celsius, bahkan bisa minus saat puncak musim kemarau, para pemilik warung juga menangkap peluang dengan menjual perlengkapan penghangat seperti penutup kepala, kaos kaki, hingga menyewakan selimut.
Kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan, baik untuk berkemah maupun mendaki ke Kawah Ijen. Fenomena blue fire menjadi magnet utama. Wisatawan biasanya memulai pendakian sekitar pukul 01.00 WIB agar bisa menyaksikan blue fire pada pukul 03.00 WIB, disusul panorama matahari terbit.
“Naik ke atas kan hanya kisaran 2 jam. Jadi jam 3 pagi itu bisa lihat blue fire. Setelah itu menikmati sunrise,” ujar Abdi, pendaki asal Jember.
Tingginya minat wisatawan ini mendongkrak perekonomian warga sekitar, seperti yang dirasakan Mbak Sri, pemilik warung asal Desa Kalibendo, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.
“Alhamdulillah, lancar. Yang paling banyak biasanya saat malam Minggu. Itu saya sampai gak pulang sama sekali,” tuturnya.
Warungnya pernah melayani ribuan pengunjung dalam sehari. Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, kunjungan tertinggi mencapai 8.000 orang per hari.
“Kalau pas warung saya ramai itu pernah lihat di buku pengunjung, jumlahnya 7 ribuan. Paling banyak turis asing,” ungkap ibu lima anak tersebut.
Meskipun enggan membeberkan pendapatan hariannya, Mbak Sri menyebut penghasilan dari warungnya cukup untuk menutup biaya operasional tahunan seperti sewa tempat, listrik, dan air yang mencapai Rp10 juta. Artinya, setidaknya ia harus menyisihkan Rp833 ribu per bulan atau sekitar Rp27 ribu per hari dari keuntungan yang diperoleh. [awi/beq]






