Magetan (beritajatim.com) – Sejumlah warung kopi (warkop) di Magetan menggelar nonton bareng debat perdana Capres Cawapres yang tayang di sejumlah TV nasional pada Selasa (12/12/2023) pukul 19.30 WIB.
Sejumlah warkop memang ramai pengunjung. Namun, mereka tak melihat ke layar televisi. Mereka justru melihat layar ponsel masing-masing dan mengobrolkan hal lain dengan teman yang diajak ngopi.
Seperti salah satunya di Warkop Mburi Bengkel, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Tampak sejumlah anak muda duduk bergerombol di beberapa meja.
Ada televisi 42 inci yang terpasang di bagian depan warung. Acara debat capres sudah dimulai, Capres baik Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo sudah menjawab pertanyaan panelis. Namun, apa yang dikatakan oleh ketiga capres itu tak digubris anak-anak muda yang ngopi di warkop.
BACA JUGA:
Penonton Nobar Debat Capres Teriakan Huu dan Gugat saat Prabowo Sampaikan Visi Misi
Para pemuda itu justru fokus ke layar ponsel pintas masing-masing. Boro-boro mendengarkan, melihat ke ke layar TV saja tidak. Alasannya karena mereka menganggap debat tersebut tidak menarik.
“Nggak menarik, Mbak. Ke sini niatnya ngopi, nggak nonton itu (debat capres),” kata pemuda mengaku bernama Tony (20) asal Magetan.
“Kami dengar saja. Tapi ya nggak tertarik. Ya ada urusan lain saja ke warkop ini. Teman yang lain malah numpang wifi warkop buat main game, nggak nonton debat” kata rekannya, Dedy (23)
“Gimana mbak. Presidennya siapa saja kalau nggak kerja tetap nggak makan,” celetuk pemuda lainnya.
BACA JUGA:
Nobar Debat Capres di Posko TPD Jatim: Ganjar-Mahfud Wae!
Pun, di warkop lain seperti di Wedangan Diponegoro Jalan Diponegoro Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, mayoritas penonton adalah kader dan simpatisan Partai Nasional Demokrat.
Anak-anak muda yang datang ke warkop memilih tak menonton debat capres yang ditayangkan di layar TV 48 inci di warkop itu.
“Ya mungkin bagi yang lain menarik. Kalau bagi kami ya biasa saja. Saya gak nonton aja,” kata Dimas (25) salah seorang penunjung. [fiq/beq]






