Tuban (beritajatim.com) – Warga Tuban mengeluh stok Elpiji 3 Kg yang kosong dalam beberapa hari terakhir. Mereka kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak dan usaha makanan.
Salah satunya penjual pentol gerobak keliling bernama Kasro asal Kecamatan Merakurak. Sudah tiga hari dia kesulitan membeli gas Elpiji berukuran 3 kilogram.
“Bingung kok tiba-tiba langka, susah sekarang kalau mau beli pada kosong,” ucap Kasro, Selasa (6/6/2023).
Langkanya stok Elpiji ini juga dikeluhkan oleh tetangga Kasro, baik rumah tangga maupun pedagang. Pihaknya juga khawatir akan terjadi kenaikan harga gas Elpiji.
“Ya sejak hari libur dan cuti bersama kemarin sudah susah carinya,” ujar Kasro.
Baca Juga:
Bambang Priyo Utomo Jadi Nahkoda PMI Tuban
Sontak dengan kondisi seperti ini membuat masyarakat semakin resah dan bingung. Hal itu, juga dirasakan oleh Supi (56) ibu rumah tangga asal Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Ia mengaku kaget di beberapa toko terdekat dirumah stok gas Elpiji pada kosong. Padahal sebelumnya di toko langganannya itu selalu melimpah stok Elpiji.
“Ya aneh saja kenapa tiga hari ini cari Elpiji kok sulit,” kata Supi.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Kopumdag) setempat. Kepala Dinas Kopumdag, Agus Wijaya merespon keluhan beberapa masyarakat yang kesulitan mencari gas Elpiji, kini pihaknya sudah mendapatkan laporan tersebut.
Baca Juga:
Polisi di Tuban Ini Sujud Syukur Dapat Kenaikan Pangkat
“Sudah konfirmasi ke Hiswana Migas,” ungkap Agus Wijaya.
Menurutnya, kelangkaan stok Elpiji ini dikarenakan libur panjang tanggal merah kemarin, sehingga tidak ada droping dari Pertamina. Akibatnya, setelah mulai kerja lagi kelihatannya agak kewalahan dalam menyuplai.
“Memang kondisi Elpiji permintaannya sedang tinggi. Sedangkan, pasokan dari Pertamina tetap,” pungkasnya. [ayu/beq]






