Ponorogo (beritajatim.com) – Meski beberapa kali hujan mengguyur Kabupaten Ponorogo, masih ada daerah di bumi reog yang mengalami kekeringan. Yakni berada di Dusun Jenggrik Desa Duri Kecamatan Slahung. Warga yang terdampak kekeringan di dusun ini pun bertambah. Jika pada awalnya hanya sebanyak 9 kepala keluarga (KK) atau 23 jiwa, mulai bulan September ini menjadi 52 KK atau 146 jiwa.
“Kekeringan di Dusun Jenggrik awal September lalu meluas. Saat ini warga yang terdampak mencapai 52 KK atau 146 jiwa,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD ponorogo, Surono, Rabu (14/9/2022).
BPBD Ponorogo, kata Surono pada awal permintaan air bersih di Dusun Jenggrik, setiap pengiriman air bersih hanya satu mobil tangki dengan kapasitas 6.000 liter. Pengiriman air bersih itu, dikirim seminggu sebanyak 2 kali. Sehingga dalam seminggu itu, warga yang terdampak kekeringan mencapai 12 ribu liter air bersih.
“Pada awal kekeringan, sekali pengiriman air bersihnya 6.000 liter, dan itu dalam seminggu dikirim 2 kali,” katanya.
Namun, sejak warga yang terdampak kekeringan ini bertambah, setiap pengiriman air bersih 2 kali lipat dari sebelumnya. Yakni 12 ribu liter, dan dalam seminggu 2 kali, sehingga total pengiriman air bersih dalam seminggu 24 ribu liter. Pengiriman air bersihnya biasanya dilakukan pada hari Senin dan Kamis.
“24 ribu liter air bersih itu sudah mencukupi kebutuhan warga yang terdampak dalam seminggu,” ungkapnya.

Itung-itungan Surono, setidaknya 1 jiwa membutuhkan 15 liter air bersih. Itupun sudah untuk hewan ternak. Surono menyebut meski beberapa hari lalu Ponorogo dilanda hujan deras, namun di Desa Duri hanya gerimis saja. Sehingga hujan itu hanya membasahi permukaan tanah.
“Saat ini permintaan air bersih hanya dari Dusun Jenggrik Desa Duri saja,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Sementara desa-desa lainnya yang tahun lalu, meminta permintaan air bersih, untuk saat ini belum meminta. Desa-desa itu meliputi Desa Dayakan di Kecamatan Badegan, Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung. Ya desa tersebut sebelumnya langganan kekeringan, namun setelah ada program pamsimas, 2 tahun terakhir desa tersebut tidak mengalami kekeringan.
“Desa-desa lain yang dulu langganan kekeringan, saat ini teratasi oleh program pamsimas,” pungkasnya. [end/but]






