Malang (beritajatim.com) – Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Krisis air bersih akibat kemarau panjang.
Muzayid, Kepala Desa Sumberagung, menjelaskan, kekurangan air bersih di Desa Sumberagung saat ini terjadi di 15 RT. Pihaknya meminta bantuan BPBD dan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang agar melakukan dropping air bersih di Desa Sumberagung dijadwalkan setiap dua hari sekali.
“Karena keterbatasan armada, dropping air bersih di Desa Sumberagung dilakukan setiap dua hari sekali. Ketika bantuan air itu datang, kami langsung menampung menggunakan ember dan tandon. Kemudian dibagi rata kepada warga yang membutuhkan,” kata Muzayid, Senin (2/10/2023).
Muzayid bilang, bantuan air bersih itu hanya khusus untuk dikonsumsi masyarakat saja. Sedangkan untuk mencuci pakaian, warga masih bisa memanfaatkan sisa air di beberapa sumber mata air yang ada.
“Untuk krisis air bersih saat ini terjadi di Dusun Krajan, Desa Sumberagung. Seperti di RT 15, RT 16, RT 21, RT 14, RT 13, RT 19, RT 12, RT 8, RT 7 dan RT 10. Sementara untuk di Dusun Gunung Sudo, saat ini masih mencukupi,” kata Muzayid.
Selain Desa Sumberagung, beberapa desa di wilayah Kabupaten Malang kini dinyatakan kekurangan air bersih. Seperti Desa Sumberejo Dan Pagak di Kecamatan Pagak. Desa Sumberpucung, Kecamatan Karangkates, dan Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. Hal itu berdasarkan laporan penanganan kekeringan BPBD Kabupaten Malang mulai Juli sampai September 2023 lalu. Dimana Desa tersebut mendapatkan pasokan air bersih secara bergilir.
Terpisah, Fazar Ridhani selaku Koordinator dari Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) menyebut, warga Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang sangat membutuhkan juga pasokan air bersih.
BACA JUGA:
Duka Berlarut dan Impunitas yang Tak Surut dalam Tragedi Kanjuruhan Malang
Fazar mengaku, masyarakat saat ini mengandalkan penjual air bersih keliling saat kemarau panjang setiap tahunnya. Warga juga harus membeli air dengan harga air bersih berkisar Rp 50 hingga 60 ribu per galon dengan kapasitas 1000 liter itu, hanya cukup memenuhi kebutuhan air selama tiga hingga empat hari.
“Air bersih digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, dan mandi. Beberapa rumah yang jumlah keluarganya banyak, akan lebih cepat kehabisan air,” pungkasnya. [yog/but]






