Tuban (beritajatim.com) – Warga Sidomulyo, Kecamatan/Kabupaten Tuban rela antre beli tabung gas LPG 3 Kilogram sejak tadi pagi hingga siang hari dipicu karena stok di toko-toko pada habis, sehingga penyaluran oleh agen diserbu oleh warga.
Salah satu warga bernama Safi’i (65) mengaku telah mengantre sejak pukul 08.00 WIB hingga siang hari, ia terpaksa mengantre sebab sudah sekitar 4 hingga 5 hari terakhir beli di toko stoknya habis.
“Sejak tadi pagi jam 8 sudah antre, karena sudah 3 sampai 4 hari ini sudah nyari di toko-toko kosong semua,” ujar Safi’i. Sabtu (04/04/2026)
Bahkan, Safi’i juga telah mencari di Kecamatan lain. Namun, di tengah kelangkaan tersebut, Safi’i justru mendapatkan harga LPG lebih murah dari biasanya, yakni hanya Rp 15 ribu per tabung. Sementara, beli di toko-toko bisa mencapai harga Rp 35 ribu seperti yang viral beberapa hari yang lalu.
“Kayaknya yang jual salah ngasih harga ini mbak, masak dijual Rp 15 ribu pertabung,” celetuknya.
Sebagai pedagang ikan pindang, ia sangat bergantung pada ketersediaan LPG. Sehingga, paling tidak dalam sehari membutuhkan minimal dua tabung setiap hari untuk menunjang usahanya.
“Ya harapannya semoga kondisi pasokan segera kembali normal,” kata Safi’i.
Sementara itu, sebelumnya Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, termasuk ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram guna menjaga ketersediaan stok tetap aman serta memastikan distribusi berjalan sesuai peruntukannya.
“Kondisi tersebut umumnya terjadi di tingkat pengecer, jika terdapat pangkalan yang sementara kehabisan stok, hal tersebut disebabkan oleh proses pengiriman yang masih berlangsung,” jelas Ahad Rahedi.
Pihaknya juga menegaskan bahwa ketersediaan LPG subsidi di tingkat agen maupun pangkalan resmi pada prinsipnya masih dalam kondisi aman dan tetap disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
“Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, ketersediaan LPG subsidi di sejumlah pangkalan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, secara umum pasokan LPG berada dalam kondisi normal,” tutup Ahad Rahedi. [dya/ted]






