Tuban (beritajatim.com) – Suasana Balai Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, tampak berbeda pada Senin (11/8/2025) pagi.
Deretan ibu-ibu berbalut kebaya warna-warni terlihat mengantre rapi. Bukan untuk menghadiri hajatan atau lomba tujuh belasan, melainkan membeli beras murah dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) yang digelar Polres Tuban.
Harga beras yang dijual di lokasi ini membuat banyak warga tersenyum lega. Hanya Rp11.600 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang mencapai Rp13.000. Bagi masyarakat, selisih harga ini sangat berarti di tengah kebutuhan pokok yang terus naik.
“Senang mbak, kalau beli di luar harganya Rp13 ribu per kilogram, jadi bisa lebih hemat,” ungkap Bayu Kristiani, salah satu warga yang ikut mengantre sambil tersenyum.
Bayu bercerita, kebaya yang ia kenakan bukan sekadar busana cantik. Bersama ibu-ibu lain, ia kompak mengenakan pakaian tradisional itu untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. “Memang kebetulan ini pas Hari Kemerdekaan jadi pakai kebaya,” tambahnya.
12 Ton Beras Disalurkan ke Enam Titik di Tuban
Kapolres Tuban, AKBP William Cornelis Tanasale, S.I.K., yang hadir memantau kegiatan, menjelaskan bahwa Polres Tuban telah mendistribusikan total 12 ton beras SPHP dalam program ini. Penyaluran dilakukan selama sepekan dan mencakup enam titik berbeda di Kabupaten Tuban.
“Sampai hari ini sudah ada 12 ton beras yang kami salurkan. Program ini bekerjasama dengan Bulog, dan harapannya bisa berjalan baik sehingga masyarakat mendapatkan manfaat secara maksimal dan tepat sasaran,” ujar AKBP William.
Antusiasme Warga Jadi Warna Tersendiri
Kepala Desa Sambongrejo, Sulasim, menyampaikan terima kasih kepada Polres Tuban atas terselenggaranya program ini di desanya. Menurutnya, keberadaan beras murah sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan warganya.
“Sehingga, kebutuhan masyarakat di desa kami dapat terpenuhi, utamanya beras dengan harga terjangkau,” ucapnya.
Tentang kebersamaan warga yang kompak berkebaya, Sulasim mengaku bangga. “Ini juga inisiatif warga, agar terlihat kompak sekaligus memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan nuansa kemerdekaan, pembagian beras murah di Sambongrejo bukan sekadar kegiatan ekonomi, melainkan juga perayaan identitas dan gotong royong yang mempererat ikatan warga desa. (dya/ted)






