Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan warga memadati halaman parkir Masjid Agung RMAA Tjokronegoro, Ponorogo, untuk menukar uang pecahan baru. Layanan ini disediakan oleh Bank Indonesia (BI) Kediri melalui mobil kas keliling, Rabu (5/3/2025). Seperti tradisi setiap menjelang Idul Fitri, uang pecahan baru ini biasanya digunakan untuk dibagikan kepada sanak saudara.
Hesty Ambarwati, warga Sukorejo, mengungkapkan rasa syukurnya setelah berhasil menukar uang pecahan baru. “Alhamdulillah, akhirnya bisa tukar uang pecahan baru untuk persiapan Lebaran,” katanya. Hesty rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan uang pecahan tersebut, sebagai persiapan menyambut Idul Fitri 1446 Hijriah.
Proses penukaran uang ini tidak bisa langsung datang begitu saja. Hesty sudah mempersiapkan sejak 3 Maret 2024 dengan mendaftar secara online. “Saat mendaftar online sempat ada kendala error, tapi akhirnya berhasil dan bisa menukar uang hari ini,” ujar alumni SMPN 4 Ponorogo itu.
Cerita serupa juga dialami oleh Sony Dwi, warga Kelurahan Mangunsuman, Ponorogo. Dia mengatakan bahwa pendaftaran online dibuka sejak 3 Maret 2024 pukul 12.00 WIB. “Prosesnya cukup ketat, hanya dalam lima menit kuota 300 orang langsung penuh,” ungkap Sony.
Sony merasa beruntung bisa mendapatkan kupon antrean. Dia menambahkan, sistem pendaftaran online ini memang diterapkan untuk menghindari penumpukan massa di lokasi penukaran uang. “Kalau tidak cepat-cepat daftar, pasti tidak kebagian kuponnya,” pungkasnya.
Penukaran uang pecahan baru ini menjadi salah satu tradisi penting bagi masyarakat, terutama untuk berbagi kebahagiaan dengan memberikan uang baru kepada anak-anak dan kerabat saat Hari Raya. Bank Indonesia sendiri memang rutin menyediakan layanan ini setiap tahunnya, dengan harapan membantu kebutuhan masyarakat menjelang momen spesial tersebut. [end/beq]






