Magetan (beritajatim.com) – Sugiyanto (35) putra Sudarno (64) warga Kelurahan/ Kecamatan Panekan, Magetan, Jawa Timur terpaksa harus beristirahat. Sugiyanto tertimpa puing atap rumahnya yang roboh pada Minggu (11/9/2022) setelah angin menerpa. Meski bukan angin kencang, puing itu roboh karena sudah lapuk. Beruntung Sugiyanto tak terluka parah dan kini berdiam di rumah untuk pemulihan.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi mengungkapkan jika pihaknya menerima laporan tersebut pada Minggu (11/9/2022) petang. Pihaknya pun mendatangi lokasi guna melakukan asesmen. Pun, baru bisa dilakukan kerja bakti pada Senin (12/9/2022) pagi.
“Kami sudah datangi lokasi pada Minggu petang ya. Kami lakukan asesmen dan pendataan. Kami lakukan koordinasi dengan perangkat kelurahan dan kerja bakti dilakukan pada pagi tadi. Kami juga berikan bantuan darurat,” kata Eka, Senin (12/9/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”magetan”]
Eka merinci jika atap yang roboh itu berukuran 3×5 meter. Atap genting itu memiliki rangka kayu dan diduga kayu tersebut sudah roboh. Saat itulah ketika angin berkecepatan sedang menerpa, atap tersebut pun roboh hingga menimpa anak Sudarno yang saat itu tengah berada di dalam rumah. Kendati tak mendapat luka parah, dia pun kini sudah mendapatkan perawatan medis dari klinik terdekat. Kerugian ditaksir sekitar Rp7 juta.
“Diduga karena kayu di bagian atap ini sudah lapuk sehingga roboh dan menimpa penghuni rumah. Beruntung tidak luka parah. Tergores di bagian pipi dan kepala,” kata Eka.

BPBD Kabupaten Magetan dalam hal ini terus menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap dampak dari cuaca ekstrim dan untuk menghindari bangunan-bangunan yang lapuk berpotensi roboh. Apabila terdapat kejadian serupa ataupun kejadian bencana alam lainnya dapat menghubungi nomor pelayanan BPBD Magetan 081336430086 (whatsapp). [fiq/but]






