Gresik (beritajatim.com) – Imbas jalan rusak akibat aktivitas galian c membuat warga Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, Gresik, berang. Puluhan warga tersebut menuntut penutupan galian tersebut ditutup karena dampaknya sangat merugikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas galian c itu berasal dari kendaraan truk asal Paciran, Lamongan. Pengemudi truk tersebut memanfaatkan jalan milik desa sehingga menimbulkan kerusakan.
Karena mengalami kerusakan membuat warga Desa Banyutengah yang mayoritas petani saat menuju ke lahan teranggangu. Bahkan, ada petani terjatuh karena jalan mengalami kerusakan parah.
Aksi warga menuntut penutupan aktivitas tambang galian c dibenarkan Kapolsek Panceng Iptu Nasukha. “Warga turun ke jalan menuntut supaya truk galian c tidak melintas lagi,” ujar Nasukha, Rabu (28/02/2024).
Sebagai tindak lanjutnya kata dia, dirinya bersama anggota yang lain melakukan penjagaan di Balai Desa Banyutengah. “Demo warga berjalan aman dan kondusif aspirasinya sudah ditampung segera disampaikan ke pihak pengelolah galian,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Hafidzul (32) salah satu warga desa menuturkan, aksi ini untuk menuntut pemberhentian aktivitas galian C dikarenakan aktivitas truk merusak akses jalan menuju lahan pertanian. “Jalan desa kami menjadi rusak akibat adanya aktivitas truk galian c yang lalu-lalang,” tuturnya.
Ia menambahkan, ada dugaan aktivitas galian c ini menyewa jalan ke kepala desa tanpa sepengetahuan Dewan Perwakilan Desa (DPD). “Pihak pemilik galian C milik Robiko menyewa Jalan milik desa sekitar 15 juta pertahunnya tapi belum disosialisasikan,” imbuhnya.
Kepala Desa (Kades) Banyutengah Fandloli menyatakan tidak ada masalah, terkait jalan yang dilalui aktivitas galian c merupakan tanah miliknya sendiri. “Memang benar terkait pihak galian c menyewa lahan Rp 15 juta ke pihak desa. Terkait hasil pertemuan dengan warga memiliki kesepakatan masih dirembuk lagi bersama untuk melakukan pengukuran lagi terkait jalan,” tandasnya. [dny/kun]






