Ngawi (beritajatim.com) – Warga dan para pedagang di Ngawi merasa tercekik mahalnya harga beras dan gula. Harga beras premium mencapai Rp72 ribu per lima kilogram, dari sebelumnya Rp65 ribu per lima kilogram. Sementara, harga gula mencapai Rp15 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp12 ribu per kilogram.
Harga beras dan gula di pasar tradisional Ngawi itu tak kunjung turun. Kenaikan sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Tak hanya beras dan gula, cabai pun ikut naik jadi Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.
“Terpaksa beli karena kebutuhan pokok. Ya mau bagaimana lagi. Gak hanya beras, tapi juga gula dan cabai,” kata Rumiatun warga sekaligus pembeli, Jumat (29/9/2023).
BACA JUGA:
Pegawai Pabrik Roti Ngawi Ditemukan Meninggal Dunia
Sementara itu, para pedagang tak berani menyetok barang dalam jumlah banyak. Harga yang tak stabil membuat penjualan juga tak stabil, bisa laku terjual atau tidak.
“Yang naik ya tiga komoditas yakni cabai, beras, dan gula. Sampai sekarang masih tinggi terus. Kami gak bisa nyetok banyak ya, karena harga gak stabil,” kata Bagus Widiantoro salah satu pedagang sembako di Pasar Besar Ngawi.
Mereka semua mengharap agar pemerintah segera turun tangan untuk membantu menstabilkan harga sembako. [fiq/beq]






