Magetan (beritajatim.com) – Ratusan warga miskin ekstrem di Magetan bakal menerima bantuan langsung tunai (BLT) Yang bersumber dari DBHCHT. Data dari Dinas Sosial (Dinsos) Magetan, total warga yang menerima BLT DBHCHT mencapai 794 orang.
Namun, Kadinsos Magetan Parminto Budi Utomo mengatakan jika jumlah itu kemungkinan besar bakal bertambah. Belakangan, ada 600 orang yang miskin ekstrim tengah proses administrasi agar mendapatkan BLT DBHCHT.
“Sesuai dengan Surat dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Datanya masih dalam proses administrasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai koordinator DBHCHT,” kata Parminto pada beritajatim.com, Selasa (13/6/2023).
Pun, selain masyarakat dengan kemiskinan ekstrim, penerima BLT DBHCHT mencakup 1.052 orang buruh pabrik rokok dan 204 petani tembakau. Sehingga, data semnetars jumlah total penrrima BLT DBHCHT mencapai 2.050 orang.
Jumlah itu jauh lebih banyak ketimbang tahun 2022 yang hanya 98 orang saja. Pun, saat itu pabrik rokok di Karangrejo Magetan belum beroperasi sehingga jumlah karyawannya belum terdeteksi.
BACA JUGA:
Rakernas PDIP, Gibran dan Eri Cahyadi Bakal Ungkap Cara Atasi Kemiskinan
“Buruh pabrik rokok sudah mulai menerima BLT DBHCHT sejak Mei, dan akan menerima selama 8 bulan. Untuk petani tembakau dan warga miskin ekstrim bakal menerima selama 4 bulan. Jumlah yang diterima tiap orang tiap bulan yakni Rp300.000. Sementara total anggaran untuk BLT DBHCHT ini mencapai Rp3,7 miliar, ” pungkas Parminto. [fiq/but]






