Blitar (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar operasi pasar pangan murah di Kota Blitar, Selasa (15/11/2022). Dalam kegiatan ini ada lebih dari lima Komoditas pangan yang dijual dengan harga lebih murah dari pasaran. Operasi pasar ini sebagai upaya menjaga kestabilan harga pangan.
“Kegiatan ini merupakan upaya dari ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur. Tujuannya, untuk menstabilkan harga dan meringankan beban warga terdampak pandemi,” kata Beni Ardiyanto, Staf Distribusi Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Jawa Timur.
Kegiatan ini juga sudah digelar sejak awal tahun lalu di 26 titik di Provinsi Jawa Timur. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim menargetkan hingga akhir November, operasi pangan murah ini bisa digelar di 36 lokasi berbeda. Dengan begitu bisa tercipta kestabilan harga.
[berita-terkait number=”3″ tag=”operasi-pasar”]
Komoditas pangan yang dijual di operasi pangan murah ini di antaranya beras premium, beras medium, minyak, gula,serta telur dan cabai. Sementara untuk harga komoditas pangan di operasi pasar pangan murah ini memiliki selisih harga hingga Rp3 ribu dari pasaran.
“Operasi pasar pangan murah di Kota Blitar ini digelar selama satu hari penuh. Adapun stok komoditas pangan yang kami bawa adalah bawang merah dan bawang putih 3 kuintal, cabai 1 kuintal, telur ayam 1 kuintal, minyak goreng 50 karton (per karton 12 liter atau 600 liter), beras medium 1 ton, serta beras premium 5 kuintal,” ujarnya.
Kegiatan operasi pasar pangan murah ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk berbelanja. Salah satu warga yang merasa terbantu dengan adanya operasi pasar murah ini adalah Ninda. Menurutnya dengan adanya operasi pasar murah dapat membantu meringankan beban konsumsi rumah tangganya.
“Kami sangat terbantu, karena harga komoditas pangan yang dijual jauh lebih murah dari pasaran. Semisal, beras dan minyak yang memiliki selisih harga hingga Rp2 ribu dibanding harga di pasaran. Kami berharap kegiatan serupa bisa kembali digelar oleh Pemprov Jatim. Sehingga beban warga bisa berkurang di tengah naiknya harga BBM dan sejumlah komoditas pangan di pasaran,” kata Ninda. [owi/suf]






