Surabaya (beritajatim.com) – Puluhan warga Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya bubarkan paksa forum Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL yang membahas rencana pengerjaan proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land, Selasa siang.
Pertemuan itu digelar dengan turut menghadirkan warga setempat, tokoh masyarakat Forkopimcam, di Pasar Wisata Harmoni Keputih Kota Surabaya. Sebelum dimulainya acara konsultasi AMDAL itu warga setempat sudah siaga berdatangan dengan membawa spanduk penolakan reklamasi. Kemudian, warga yang hadir menyerahkan berkas kuisioner tidak setuju rencana reklamasi, ke pihak perwakilan pengembang, Ketua Tim AMDAL Iwan Setiawan.
Di tengah pertemuan itu, Ketua Tim AMDAL, Iwan Setiawan mencoba memaparkan isi perencanaan reklamasi Surabaya Waterfront Landa (SWL), tapi ditolak oleh warga. Warga membubarkan pertemuan itu atas ketidak setujuannya, dan menilai reklamasi yang direncanakan seluas 1.084.57 hektar di area laut itu akan menggusur mata pencaharian mayarakat sekitar.
Bersitegang pun terjadi antara Ketua Tim AMDAL dan warga masyarakat Sukolilo. Sejumlah warga memcabut spanduk acara, sembari mengancam mengusir. Dan berteriak keras Tolak Reklamasi.
Ketua LPMK Sukolilo, Indo Nuroini menyebut jika nanti dibangun reklamasi, tambal tambak di wilayah Sukolilo akan mati dan rusak, di sisi ada ratusan bahkan ribuan petani tambak akan kehilangan mata pencaharian. Untuk itu masyarakat di wilayah Sukolilo menolam rencana proyek reklamasi di wilayahnya, meskipun ada iming iming diberi pekerjaan.
Sementara itu, Ketua Tim AMDAL Iwan Setiawan, berkomentar sudah biasa apabila sebuah proyek besar mendapat penolakan. Kata dia, ini memang baru pertama kali dilakukan proses audensi. Serta hasil pertemuan ini, akan dijadikan sebagai modal pemgembang untuk mendalami kondisi di lapangan.






