Kediri (beritajatim.com) – Pertamina akan menggelontor 58.000 tabung gas elpiji 3 kg dalam sehari untuk warga Kabupaten Kediri. Menyusul, kelangkaan elpiji bersubisidi belakangan ini.
Jumlah kuota tambahan 58.000 tabung gas elpiji melon atau 232.000 tabung (dalam 4 hari) dari Pertamina ini dari hasil rapat antara Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dengan Eksekutif Sales Area Manager Retail Kediri Pertamina, Wira Pratama.
Sejak elpiji 3kg sulit dicari oleh masyarakatnya, Bupati Kediri terus berusaha mengatasi kelangkaan yang terjadi. Dari hasil rapat koordinasi menghasilkan dua poin kesepakatan/
Dua poin kesepakatan untuk mengatasi kelangkaan LPG bersubsidi di Bumi Panjalu Kediri itu sebagai berikut. Pertama, dropping yang semula pada hari libur tidak dilakukan akan kembali diadakan.
Kedua, Pemerintah Kabupaten bersama Pertamina ini akan melakukan monitoring terhadap pangkalan. Jika jumlah pangkalan dalam lingkup desa dirasa kurang, maka akan dibentuk pangkalan agar persebaran LPG melon merata.
Baca Juga : Bupati Kediri Larang ASN dan P3K Pakai Elpiji Melon
“ya kita akan lakukan dropping di hari libur, karena biasanya di hari libur dropping tidak dilakukan,” terang Mas Dhito, panggilan akrab Bupati Kediri.
Di samping itu, pihaknya juga melarang seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Kediri untuk menggunakan tabung 3 kilogram itu.
“Pada penyerahan SK PPPK saya juga himbau itu,” kata bupati yang gemar mengendarai vespa tersebut.
Sementara itu, Wira menjelaskan ekstra supply atau suplai tambahan di Kabupaten Kediri dilajukan sejak Kamis (27/7/2023) hingga hari ini, Minggu 30 Juli 2023.
Dikatakan Wira, jika ekstra supply yang diberikan untuk Kabupaten Kediri ini sebesar 100 persen dari alokasi harian agen.
“Kurang 58000 tabung,” jelas Wira.
Terkait droping di tanggal merah, pihaknya mengatakan hal tersebut akan dilakukan hingga Desember mendatang.
“Jadi, ekstra suplai sampai hari minggu nanti. Kalau kondisinya sudah normal, tanggal merah di hari reguler kita akan tetap salurkan,” pungkasnya. [nm/ted]






