Jember (beritajatim.com) – Niwan (66), pria warga Dusun Krajan, Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terluka berat dihantam kereta pemeriksa jalur, di Dusun Sepuran, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Kamis (18/5/2023) petang.
Niwan terkapar dalam posisi tertelungkup di pinggir rel kereta api dengan luka di bagian kepala. Dia ditemukan Yusroni, warga Desa Sumberjati. Melihat itu, Yusroni segera melapor kepada pemerintah desa.
Niwan dievakuasi oleh petugas Kepolisian Sektor Sempolan dan Satuan Polisi Pamong Praja Silo. “Korban langsung dibawa ke Puskesmas Silo 1,” kata Kepala Polsek Sempolan Ajun Komisaris M. Na’i.
Selama dua tahun berturut-turut pada 2021 dan 2022 jumlah kecelakaan dan korban jiwa meningkat di tiga daerah operasi, yakni Daerah Operasi 7, Daerah Operasi 8, dan Daerah Operasi 9. Tahun 2021 terjadi 144 kali kecelakaan dengan jumlah kematian sebanyak 77 orang. Tahun 2022, kasus kecelakaan meningkat menjadi 175 kasus dengan korban meninggal sebanyak 105 orang.
Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jatim Komisaris Besar M. Taslim Chairuddin mengatakan, pada 2022, lima puluh orang di antaranya luka berat dan 70 orang luka ringan. “Luka berat ini tidak bisa kita abaikan. Ketika meninggalkan kecacatan, produktivitasnya juga menurun. Ini akan jadi persoalan ke depan,” katanya, dalam rapat koordinasi perihal Perlintasan Sebidang Kereta Api di Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (4/1/2023). [wir]






