Ngawi (beritajatim.com) – Sebanyak 20 warga (sebelumnya ditulis 15 orang) Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami sakit di waktu hampir bersamaan. Muncul dugaan para warga terkena wabah Chikungunya.
Tetapi, Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, Yudhono, membantah dugaan tersebut. Ini lantaran belum ada hasil tes serologi yang menyatakan para warga positif terjangkit Chikungunya.
Dia menduga jika masyarakat setempat terjangkit Like Chikungunya atau penyakit yang gejalanya mirip Chikungunya. Karena jika terjangkit, kata Yudhono, harus ada perawatan di fasilitas kesehatan karena pasien pasti tak bisa berjalan.
“Kalau memang terjangkit chikungunya maka harus ada perawatan di faskes karena pasti berat. Mereka pasti nggak bisa jalan. Nah, karena itulah kami sudah ambil spesimen dan sudah kami kirim ke Surabaya untuk dicek,” kata Yudhono saat ditemui di kantornya, Senin (14/11/2022)
Dia mengaku belum tahu kapan spesimen selesai dicek. Kemungkinan pekan depan baru bisa diketahui hasilnya.
Yudhono lantas meminta masyarakat agar tak terlalu takut. Karena Like Chikungunya memang punya gejala mirip dengan Chikungunya. Begitu pun saat flu, ada yang mengalami nyeri di persendian.
“Bisa jadi karena flu ya. Sehingga, belum tentu kalau itu Chikungunya. Karena kalau Chikungunya itu harus ada tindak lanjut berupa cek serologi itu. Di tingkat kabupaten belum bisa melakukan cek tersebut sehingga spesimennya harus dikirim ke Surabaya,” lanjutnya.
Sementara, belum ada kawasan yang diduga menjadi endemik lantaran hasil cek serologi masih belum keluar. Beberapa kawasan sempat dilaporkan terjadi Chikungunya seperti 7 kasus yang dilaporkan di Kecamatan Kwadungan.
[berita-terkait number=”6″ tag=”Ngawi”]
Dia mengklaim sudah melakukan tindakan promotif dan preventif. Sekaligus, sudah melakukan fogging di lingkungan yang terduga ada chikungunya tersebut. Dia berpesan kepada masyarakat agar selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta membersihkan saluran air yang menggenang.
“PSN ini penting karena selain mencegah penularan Chikungunya, juga mencegah DBD. Yang jelas ini sudah jadi kewajiban masyarakat,” katanya.
Diketahui, puluhan warga di tiga desa yang ada di dua kecamatan di Ngawi, Jawa Timur terjangkit chikungunya. Sebagian besar penderita adalah orang dewasa dan anak-anak.
Gejala yang dialami adalah demam tinggi lalu persendian utamanya kaki sulit ditegakkan sehingga tidak bisa berjalan dengan normal.
Sebaran tiga desa dan dua kecamatan itu adalah Desa Tirak Kecamatan Kwadungan serta Desa Klampisan dan Keras Wetan Kecamatan Geneng.
Salah satu warga di Desa Keras Wetan Geneng membenarkan jika ada warga yang terjangkit. Total sudah ada 15 orang yang sakit. Beberapa diantaranya sudah dalam kondisi yang baik. [fiq/beq]






