Surabaya (beritajatim.com) – Warga Gedung Setan yang mengungsi di Balai RW 06, Kelurahan Banyu Urip, Surabaya diminta meninggalkan lokasi pengungsian. Dan mencari tempat tinggal baru dalam waktu 5 hari ke depan.
Alasan warga diminta cari tempat tinggal baru ini, karena anggaran BPBD Surabaya terkait permakanan menipis. Dan tempat tinggal mereka di Gedung Setan dinyatakan tidak layak ditinggali.
Dedy Ahmad, Lurah Banyu Urip menyebut bahwa informasi terkait kepindahan pengungsi ini sudah disampaikan. Dan mau tidak mau para pengungsi harus segera singgah, pada Rabu (25/12) minggu depan.
“Tadi diskusi bersama BPBD, kalau selama 7 hari ke depan hari Rabu (25/12) sejak kejadian. Warga pengungsi harus pindah,” kata Dedy ketika ditemui beritajatim.com, Jumat (20/12/24) sore.
Dedy menjelaskan, selain karena BPBD terbentur anggaran makan. Status musibah yang menimpa warga Gedung Setan ini berbeda dengan keadaan darurat bencana alam, seperti banjir, longsor atau gempa bumi.
“Ini lain dengan korban yang bencana alam tanah longsor, gempa, atau kebakaran. Barang – barang mereka ini masih banyak dan mayoritas pengungsi masih beraktivitas bekerja,” ujar Dedy.
Ditambah, lanjut Dedy, lokasi pengungsian adalah Balai RW sebagai tempat pelayanan publik. Untuk itu, pengungsi lima hari ke depan diimbau mencari tempat tinggal baru, kos atau kontrakan. “Balai RW kan juga digunakan. Sekaligus diimbau pokoknya dalam jeda waktu 5 hari ini mereka cari kos atau kontrak,” jelasnya.
Solusi terkait Rusunawa (rumah susun sederhana sewa) juga tidak bisa dilakukan. Dedy bilang, dari mayoritas pengungsi adalah keluarga berkecukupan dan tidak masuk kategori keluarga miskin.
“Kalau di Rusunwa tadi ini disampaikan dari Cipta Karya itu sudah tdiak ada harapan. Di sana sudah over load. Dan daftar tunggunya itu sudah 10.000 orang,” ucap Dedy.
” Dan Rusunawa kan memang yang dikhususkan warga Gakin (keluarga miskin). Nah yang di Gedung Setan kemarin, waktu pendataan itu yang Gakin cuma satu. sisanya Pramis dan bahkan No Gakin,” jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, warga Gedung Setan di RW06 Kelurahan Banyu Urip, Surabaya sebanyak 60 orang ini dievakuasi untuk mengungsi di Balai RW, sejak Rabu (18/12) malam. Setelah peristiwa robohnya atap Gedung Setan tempat tinggal mereka, akibat kayu atap yang lapuk dan guyuran hujan ringan. [kun]







