Malang (beritajatim.com) – Sejumlah warga di dampingi perangkat Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta RT dan RW di Desa Gading, menagih janji PT Lesaffre Sari Nusa (LSN), yang berdiri di desa setempat. Warga menagih peluang pekerjaan di pabrik ragi tersebut.
“Kami mendampingi Tokoh Masyarakat dan Pemuda menanyakan terkait rekrutmen dan serapan tenaga kerja di PT Lesaffre, kami tidak demo, kami bertamu pada hari Senin (3/4/2023) kemarin itu,” ungkap Kepala Dusun di Desa Gading, Kecamatan Bululawang Malang, Suwadi, Rabu (5/4/2023).
Kata Suwadi, bersama sejumlah perangkat Desa Gading bertamu ke PT Lesaffre, mendampingi warga untuk mempertanyakan peluang pekerjaan bagi masyarakat desa setempat.
“Warga di sekitar pabrik ini kan juga butuh bekerja. Lebih lebih kami juga menanyakan baku guling tanah. Sebelum PT Lesaffre berdiri, sempat dijanjikan bisa bekerja di perusahaan itu,” tegas Suwadi.
Warga yang memiliki tanah di sekitar pabrik dan tanahnya bersedia dibeli oleh pabrik, lanjut Suwadji, maka perwakilan dari keluarga akan diserap guna dipekerjakan sebagai karyawan di PT Lesaffre.
“Perwakilan dari yang punya tanah akan dimasukkan sebagai karyawan, salah satu keluarga dari pemilik tanah,” bebernya.
Kendati demikian, hingga sekarang belum ada tanda tanda perekrutan tenaga kerja, menyerap pekerja dari warga sekitar pabrik.
“Belum ada pemberitahuan dan belum ada juga tanda-tanda, makanya warga mempertanyakan itu dengan cara kita jemput bola,” tutur Suwadi.
https://beritajatim.com/ragam/daftar-pemeran-barbie-live-action-mulai-dari-margot-robbie-hingga-dua-lipa/
Sayangnya, kedatangan perangkat desa dan tokoh masyarakat beserta tokoh Pemuda itu tidak ditemui oleh pihak manajemen, dengan alasan ada meeting.
“Kami bertamu, tidak ditemui tidak ada masalah, nanti kami akan datang lagi menanyakan soal lapangan pekerjaan yang dijanjikan, semuanya warga Desa Gading,” ujarnya.
Suwadi berharap Perusahaan Modal Asing (PMA) yang berdiri di atas lahan 9,800 hektare itu bisa mengakomodir warga sekitar sebagai tenaga kerja.
“Kemarin lusa kami tidak ditemui karena ada meeting, nanti kami akan datang lagi,” kata Suwadi.
Suwadi mengaku sangat mendukung investasi, dengan catatan memiliki dampak positif terhadap warga sekitar. Diantaranya terjadi penyerapan tenaga kerja. Sehingga bisa mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Apalagi, lahan pertanian warga sekitar telah dijual untuk pabrik tersebut.
“Kalau lahan pengganti saya dengar ada di Jabung, tapi tidak tahu lagi, masyarakat tidak ada yang tahu,” papar Suwadi.
Hal serupa juga ditegaskan Ulfa Reni, Warga Desa Gading. Ulfa berharap pihak pabrik memberikan kesempatan kepada warga dan anak anak dari pemilik lahan yang berdekatan dengan pabrik, tanpa mengabaikan hasil seleksi.
“Ya saya harap pabrik mau mengakomodir anak anak kami agar bisa bekerja di situ mas,” tutur Reni.
Hingga berita ini diunggah, dari pihak Manajemen PT Lesaffre Sari Nusa masih belum bisa dikonfirmasi.
Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo menjelaskan persoalan rekruitmen tenaga kerja bukan kewenangan Disnaker.
“Tetapi kalau pengumuman sebuah perusahaan membutuhkan pekerjaan itu memang tugas disnaker, ” kata Yoyok.
Pihaknya sudah mendorong kepada manajemen PT Lesaffre agar masyarakat sekitar diberikan peran dan kesempatan untuk bekerja di perusahaan itu, sesuai dengan hasil seleksi. (yog/ted)






