Surabaya (beritajatim.com) – Beredar sebuah foto Lurah Darmo dan Camat Wonokromo yang mengumpulkan RT/RW, diduga untuk menangkan salah satu calon Walikota Surabaya, pada Pilwali 2024.
Perkumpulan tersebut diketahui digelar di rumah dinas Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, pada bulan Juni lalu. Awi adalah Ketua DPRD Kota Surabaya, sekaligus Ketua DPC PDIP.
Dari situ sejumlah warga Darmo menggunjingkan perihal netralitas pejabat ASN, Pemkot Surabaya. Melihat berkumpulnya Camat, Lurah dan para RW tersebut.
“Ini sudah mulai tahapan Pilkada kok RT dan RW dikumpulkan ada apa?” ujar warga, yang enggan disebut namanya kepada beritajatim.com, Jumat 12 Juli 2024.
Warga tersebut juga menambahkan jika cara-cara tersebut digunakan dikhawatirkan Pilwali Surabaya yang akan berlangsung November nanti tidak akan demokratis. “Kalo sudah halalkan segala cara gini ya pilwali nanti gak akan demokratis,” katanya ketus.
Menanggapi foto yang beredar tersebut, Lurah Darmo, Edy Yuliantantoko membenarkan adanya pertemuan tersebut. Namun, ia menyebut itu pertemuan biasa, karena dipanggil.
“Ya memang seperti itu nggak perlu dibahas dan nggak ada yang di bahas. Aku lurah – nya diceluk (dipanggil pejabat) ya moro (datang), aku panggil RW/RW sekalian,” terang Edy, saat ditemui hari ini, Jumat 12 Juli 2024..
Didalam keterangan foto beredar tersebut tertulis keterangan waktu, pertemuan itu digelar pada 18 Juni 2024 lalu.
Edy lantas menjelaskan, pertemuan tidak tertutup dilaksanakan di rumah Ketua DPRD Kota Surabaya. Katanya, ketika kumpul pihaknya hanya perkenalan saja, mengenalkan (Edy) ini lurah baru di Darmo.
“Iya pertama kali (bertemu), soalnya baru masuk di sini (Darmo). Masa iya, dipanggil sama orang DPR. Aku dipanggil enggak mau? Kan ndak mungkin,” jelas Edy.
Dari situ Edy juga menepis, kalau dirinya dengan pejabat (DPRD) membahas pemenangan Pilkada 2024. Dia menegaskan dirinya netral serta belum tahu siapa calon Wali Kota Surabaya mendatang.
“Membahas soal pemilihan maksudnya? itu tidak ada. Awak dewe (saya ini) netral. Saya lurah baru di sini, baru bulan Maret lalu. Dan gak ada urusan pilkada, yang mencalonkan siapa saya pun belum tahu,” urainya.
Sedang Camat Wonokromo, Maria Agustin ketika dihubungi belum memberikan jawaban. Beritajatim.com sudah mengirimkan pertanyaan, via whatsapp melalui no. 081xxxxxx terlihat centang dua, namun belum dibalas.
Kendati demikian, berbeda dengan Lurah Darmo, Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono menjelaskan pertemuan tersebut adalah dalam upaya serap aspirasi, yang sudah biasa dia lakukan sebagai pejabat di DPRD Surabaya.
“Itu kan bicara soal pembangunan, saya bertemu dengan RW itu banyak. Ya aspirasi pembangunan dan sebagainya,” ujar Adi Sutarwijono yang akrab disapa Cak Awi.
Awi juga menegaskan, kalau saat pertemuan itu tidak bahasan Pilkada sama sekali. Kata Awi, ini biasa yang sudah seharusnya menjadi kewajiban anggota dewan.
“Tidak ada urusannya dengan pilkada. Kan hanya sebagai ketua DPRD menyerap aspirasi. Bertemu dengan siapapun itu biasa,” tutup Ketia DPC PDIP Surabaya itu. (ted)







1 Komentar
Berita opo Iki gak jelas kepingin g mihak yo dadi watu ambek pasir ojok dadi menungso. Memihak tidak berarti seorang pemimpin tidak adil, tidak memihak bukan patokan seorang pemimpin jadi benar. Karena seorang pemimpin yang benar mampu menempatkan dirinya pada posisi yang benar dan tepat