Mojokerto (beritajatim.com) – Warga mencium bau busuk saat melintas di lereng hutan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Bau tersebut ternyata berasal dari mayat seorang bayi.
Mayat bayi itu ditemukan terbungkus handuk warna merah di lereng hutan pinggir Jalan Raya Dusun Kemloko, Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Penemuan mayat itu setelah pencarian sejumlah warga usai mencium bau busuk.
Penemuan mayat bayi tersebut dilaporkan ke Polsek Trawas. Anggota Polsek Trawas bersama Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polres Mojokerto langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas melakukan identifikasi dan olah TKP serta mengamankan lokasi kejadian. Selain itu, memasang garis polisi di sekitar lokasi ditemukannya mayat bayi tersebut.
Setelah dilakukan identifikasi dan olah TKP, mayat bayi yang diduga berjenis kelamin laki-laki tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.
“Tadi sekitar pukul 15.20 WIB, ada laporan dari masyarakat bahwa telah ditemukan mayat bayi berada di lereng yang ada di sisi jalan antara Trawas-Pacet, tepatnya di Dusun Kemloko, Desa Trawas,” ungkap Kapolsek Trawas, AKP Didit Setiawan, Sabtu (18/2/2023).
Didit menjelaskan, penemuan mayat bayi tersebut bermula saat warga yang melintas mencium bau busuk. Saksi mencium bau busuk di pinggir jalan penghubung dua kecamatan tersebut saat buang air kecil. Namun saksi justru menemukan mayat bayi tepatnya di utara Villa Meta.
“Saksi hendak buang air kecil di pinggir jalan mencium bau busuk, saksi kemudian mengecek sumber bau tersebut dan ternyata di lereng pinggir jalan ada mayat bayi. Mayat bayi tersebut dibungkus handuk warna merah dan dalam kondisi sudah membusuk,” katanya.
Diperkirakan bayi meninggal kurang lebih satu hari. Kapolsek menjelaskan, mayat bayi diduga berjenis kelamin laki-laki tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo untuk dilakukan otopsi. [tin/beq]







