Gresik (beritajatim.com) – Penemuan jasad seorang pria di tepi Sungai Bengawan Solo, Desa Bedaten, Kecamatan Bungah, Senin (2/12/2024), mengejutkan warga sekitar. Korban yang diketahui berinisial J (54), ditemukan dalam kondisi terlentang dengan mata kirinya mengeluarkan darah.
Kapolsek Bungah, AKP Sujai, mengungkapkan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, SA, yang merasa khawatir karena korban tak kunjung pulang setelah pergi mencari ikan menggunakan perahu pada malam sebelumnya.
“Istrinya curiga karena hingga pagi hari korban belum juga kembali. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa,” jelas Sujai.
Pencarian korban bermula ketika SA mendapati suaminya tidak pulang hingga pagi. Setelah mencari ke sekitar sungai, ia menemukan jasad suaminya yang sudah dalam kondisi meninggal dunia. Warga sekitar yang mendengar kejadian ini segera melaporkan kepada pihak kepolisian.
Proses evakuasi dilakukan oleh warga bersama Polsek Bungah dan petugas puskesmas. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan visum.
Menurut Sujai, hasil pemeriksaan awal dan keterangan keluarga menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. J diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes, yang diduga menjadi penyebab utama kematiannya.
“Pihak keluarga menerima kejadian ini dengan ikhlas. Mereka juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut pihak manapun atas peristiwa ini,” tambahnya.
Kepergian Junaidi menyisakan duka mendalam bagi keluarganya. Warga Desa Bedaten berharap kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Polsek Bungah memastikan bahwa kasus ini ditutup sebagai kecelakaan murni tanpa adanya unsur tindak pidana. [dny/beq]






