Blitar (beritajatim.com) – Warga Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar menyambut kunjung Bupati Blitar, Rini Syarifah dengan aksi protes tanam pohon pisang di sepanjang jalan rusak. Aksi warga itupun ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Blitar.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Hamdan Zulfikar menjelaskan bahwa jalan Nanas Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar bukanlah jalan kabupaten. Pemkab Blitar sekarang masih memakai SK Jalan Tahun 2019 yang menyebut Jalan Nanas di Desa Wisata Semen itu tidak masuk jalan kabupaten.
Menurut Hamdan, sesuai Undang Undang Kewenangan Jalan, jika status jalan desa maka tanggung jawab perbaikan kualitas jalan berada di kewenangan Pemerintah Desa (Pemdes). Pemkab Blitar pun tidak memiliki tanggung jawab perbaikan kualitas jalan dikeluhkan selama ini oleh warga.
“Sesuai dengan SK tahun 2019 itu, Jalan Nanas yang diprotes warga itu bukan jalan kabupaten jadi tidak ada tanggung jawab” kata Hamdan, Selasa (11/7/2023).
Sebelumnya warga Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar menyambut kabar kedatangan Bupati Blitar, Rini Syarifah ke desanya dengan aksi tanam pohon pisang di sepanjang jalan rusak, Kamis (6/7/2023). Puluhan warga bergotong royong menamai jalan berlubang dengan pohon pisang.
BACA JUGA:
Warga Sambut Kunjungan Bupati Blitar Dengan Aksi Penanaman Pohon di Jalan Rusak
Aksi ini pun sengaja dilakukan warga bersamaan dengan agenda Bupati Blitar, Rini Syarifah yang berkunjung ke desa wisata itu. Masyarakat memang sengaja menunggu momen kunjungan Bupati Blitar untuk melakukan protes atas kerusakan jalan yang telah terjadi selama 3 tahun terakhir ini.
Bukannya mendapat respon positif, protes yang dilakukan warga justru langsung patahkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar. Pemkab Blitar dengan tegas menyebut bahwa jalan itu merupakan kewenangan pihak desa.
Respon itun membuat masyarakat dan sejumlah tokoh di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar kecewa. Mereka menyayangkan sikap Pemkab Blitar dalam hal ini Bupati Blitar yang seolah enggan untuk mencarikan solusi.
“Kami juga tahu kalau jalan itu jalan desa, tapi kalau desa tidak mampu kan seharusnya diambil alih atau dibantu oleh Pemkab dong, masa sikap pemimpin atau kepala daerah seperti itu,” ucap Adip Zamhari.
BACA JUGA:
Tagih Janji, Warga Blitar Tanam Pisang di Jalan Rusak
Perlu diketahui Jalan Nanas di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ini merupakan jalur menuju dua lokasi tempat wisata yakni Puspa Jagad dan Kali Kebo. Menurut warga jalan ini sudah mengalami kerusakan sejak 3 tahun terakhir.
Masyarakat setempat pun berharap Pemkab Blitar mau untuk membantu perbaikan jalan yang merupakan akses pariwisata tersebut. Harapan itu bukan tanpa alasan, menurut warga dengan akses jalan yang baik, maka tingkat kunjungan wisatawan juga akan meningkat.
“Ini kan akses menuju tempat wisata ya, kalau jalannya baik kan pasti pengunjung tidak malas atau enggan untuk kembali, kalau jalannya kayak gini terus gimana,” imbuhnya.
Masyarakat Desa Semen menyebut jalan rusak ini belum pernah diperbaiki. Padahal jalan rusak ini sudah terjadi selama 3 tahun terakhir. Kondisi kerusakan jalan pun dirasa cukup parah. Total panjang jalan yang rusak tersebut mencapai 1,5 kilometer.
Jalan rusak sendiri memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Blitar yang dipimpin oleh Rini Syarifah dan Rahmat Santoso. Kini 1 tahun jelang masa berakhirnya jabatan Mak Rini dan Makde Rahmat, sejumlah jalan yang sebelumnya rusak mulai dilakukan perbaikan. [owi/beq]






