Blitar (beritajatim.com) – Tebing setinggi 20 meter di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar longsor dan menimpa rumah milik Slamet. Akibatnya, Slamet meninggal dunia setelah tertimbun material longsor. Kakek berusia 70 tahun itu mengalami luka di bagian kepala.
“Iya sang pemilik rumah meninggal dunia setelah tertimpa longsor,” ujar Kapolsek Gandusari AKP Heru Susanto, Kamis (13/4/2023).
Peristiwa itu terjadi saat Slamet dan sang istri Suparmi sedang tidur di kamar. Namun tiba-tiba saja tebing setinggi 20 meter yang ada di belakang rumahnya longsor. Mendengar suara gemuruh dari longsor Suparmi lari ke luar rumah. Sementara Slamet yang mengalami sakit stroke tidak bisa lari.
BACA JUGA:
Longsor di Kabupaten Blitar, Tebing 20 Meter Timpa Rumah Warga
Akhirnya kakek berusi 70 tahun itu pun tertimbun material longsor hingga meninggal dunia. “Saat itu penghuni rumah sedang tidur, tiba-tiba dari belakang rumah tebing setinggi 20 meter longsor dan menimpa bagian rumah. Sang Ibu bisa melarikan diri. Karena Slamet ini stroke jadi tidak bisa lari dan tetap di tempat tidur,” jelasnya.
Longsor yang terjadi di wilayah Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar ini, terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama lebih dari 10 jam. Kondisi tanah yang labil serta tingginya intensitas hujan membuat tebing setinggi 20 meter yang ada di belakang rumah milik Slamet longsor.
“Memang hujan deras terjadi cukup lama sehingga tebing tinggi 20 meter itu longsor karena kondisinya yang labil,” tegasnya.
Korban sempat tertimbun longsor hampir 2 jam. Setelah itu barulah warga sekitar dibantu anggota Polsek Gandusari dan TNI melakukan proses evakuasi. Akhirnya jasad kakek 70 tahun itu bisa dievakuasi dengan kondisi yang sudah meninggal. Pihak keluarga yang tidak menghendaki otopsi. Jasad itu langsung dimandikan.
Saat ini tim dari BPBD kabupaten Blitar dan anggota Polsek Gandusari serta warga sekitar sedang melakukan pembersihan puing bangunan longsor. Langkah ini dilakukan agar rumah Slamet segera bisa dibenahi dan bisa ditempati kembali oleh sang istri yang saat ini kondisinya selamat dan tengah mengalami trauma. “Ini anggota dan BPBD masih di lokasi untuk melakukan pembersihan puing longsoran,” pungkasnya. [owi/suf]







