Blitar (beritajatim.com) – Belakang ini warga Blitar raya mengeluhkan sulitnya mencari elpiji 3 kilogram. Warga pun harus mendatangi satu persatu toko pengecer hanya demi bisa memperoleh gas elpiji melon.
Salah satu warga yang merasakan sulitnya mencari elpiji 3 kilogram adalah Sunar. Ibu rumah tangga asal Kecamatan Wates Kabupaten Blitar itu mengaku sudah mendatangi beberapa toko pengecer elpiji namun semuanya kosong.
Dirinya pun kini terpaksa memasak menggunakan kayu bakar.
“Iya sama kosong semua, untungnya kan di desa jadi masih bisa pakai kayu bakar,” kata Sunar, Selasa (25/07/23).
Kondisi serupa juga dialami oleh Lina warga Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Pengguna sekaligus pengecer tersebut juga mengungkapkan sulitnya mencari gas elpiji 3 kilogram.
Menurut ibu berusia 27 tahun itu, pasokan gas elpiji dari pangkalan mengalami pengurangan beberapa hari terakhir. Di hari normal Lina mendapatkan pasokan 33 buah tabung gas elpiji 3 Kilogram. Namun kini dirinya hanya mendapatkan pasokan dari pangkalan sejumlah 30 buah tabung gas melon.
“Biasanya 33 sekarang 30 itupun kalau datang langsung diserbu ibu-ibu,” ungkapnya.
Sementara itu salah satu pengencer gas elpiji melon di Kota Blitar, Sri juga mengungkapkan berkurangnya pasokan tabung gas elpiji dari pangkalan. Jika di hari normal tokonya menerima pasokan 50 tabung gas namun kini pangkalan hanya mengirimkan 20 tabung gas elpiji melon.
Kondisi itu pun membuat warga sekitar toko Sri yang berada di Kecamatan Sukorejo Blitar mengeluhkan sulitnya mencari tabung gas elpiji 3 kilogram. Sang pemilik toko pun tidak bisa berbuat banyak, dirinya hanya bisa memberikan pemahaman tentang kondisi pasokan gas elpiji 3 kilogram pada masyarakat.
“Sulit mas, biasanya dikirim 50 kemarin cuma dikirim 20 saja, makanya kosong,” kata Sri.
Kini seluruh masyarakat Kabupaten dan Kota Blitar pun berharap agar PT Pertamina bisa mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi bingung untuk memasak. (owi/ted)






