Blitar (beritajatim.com) – Warga Blitar tengah mengeluhkan pasokan Elpiji 3 Kilogram yang langka dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat warga bingung dan harus keliling dari toko ke toko untuk mendapatkan gas Elpiji melon.
“Sulit ini tadi sudah keliling beberapa tempat baru dapat satu gas elpiji 3 kilogram ini,” ungkap Dinas, warga Pakunden Kota Blitar, Senin (15/7/2024).
Menurut sejak beberapa pekan terakhir keberadaan gas elpiji memang sulit dijumpai di tingkat pengecer. Bahkan warga harus pesan lebih dahulu agar tidak kehabisan gas elpiji ketika baru di kirim.
“Biasanya bilang ke tokonya dulu agar disisakan, karena biasa ketika baru datang atau dikirim gas Elpiji langsung habis,” ungkapnya.
Kondisi serupa juga dirasakan Robi, warga Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Menurutnya sejak beberapa pekan lalu, ia kesulitan untuk membeli gas Elpiji 3 kilogram. Ia pun harus mencari gas elpiji ke lain kelurahan.
“Kemarin dapat di sana, dekat Makam Bung Karno, harganya juga sampai Rp20 ribu untuk satu gas Elpiji, ” ungkap Robi.
Salah satu pengecer mengaku pasokan Elpiji 3 Kilogram selama beberapa pekan terakhir ini memang dikurangi oleh distributor. Dari yang awalnya 48 kini dalam sekali kiriman hanya 18-20 tabung gas Elpiji.
“Iya, memang dikurangi beberapa pekan terakhir ini, cuma dikirim 18 tabung doang lho,” kata Berin.
Warga berharap distribusi gas Elpiji 3 Kilogram di Kota Blitar bisa berjalan normal. Sehingga warga tidak lagi kesulitan mendapatkan gas Elpiji melon. [owi/beq]







1 Komentar
Konon hidup dinegara kayaraya yg ujugujug gas langka..namanya jg gas yg menguap