Malang (beritajatimm.com) – Tradisi unik dilakukan warga Dusun Sidomulyo, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, menjelang panen raya kopi 2024.
Tradisi ini diberi nama tradisi Petik Kepi. Warga berbondong-bondong menuju sumber air Umbulan dengan membawa ribuan tumpeng dan hasil bumi seperti halnya biji kopi.
Kemudian dilanjutkan dengan temu manten. Pria wanita yang sudah ditunjuk menjadi pemeran, akan berjalan menuju kepala dusun, kemudian kepala desa hingga perusahaan PT Perkekebunan Nusantara (PTPN) XII.
“Kegiatan prosesi manten ini mulai dari mengiring dan menyerahkan kopi dari dusun ke desa, desa ke perusahaan PT Perkekebunan Nusantara (PTPN) XII,” kata Kepala Desa Bangelan, Budiono, Jumat (24/5/2024).
Budiono mengatakan, prosesi ini menggambarkan wujud kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat. Dalam hal ini masyarakat sebagai pengelola. Sebab, manten ini melambangkan sebagai bentuk amanah.
“Sehingga harapannya kerjasama terjalin dengan baik,” tegasnya.

Sebagai informasi, luas kebun kopi ini sekitar 883 hektare. Jenis kopi yang ditanam di perkebunan kopi tertua di Jawa Timur ini yakni jenis robusta. Kendati demikian, target panen raya kopi untuk Desa Bangelan di 2024 sebanyak 225 ton.
Sementara itu, Harlina Sulistyorini Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang turut hadir mewakili Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (PDTT RI), menyampaikan bahwa, Desa Bangelan memiliki potensi yang luar biasa. Namun dalam hal ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus menguatkan badan hukum untuk legalitas.
“Karena kalau masyarakat desa mau mengembangkan potensinya perlu ada kerjasama. Nah kerjasama itu harus terlindungi,” jelasnya.
Dengan adanya kerjasama, Harlina berharap tidak ada satu pihak yang diuntungkan. Oleh karena itu, ia mendorong BUMDesnya segera disiapkan badan hukumnya.
“Nah dengan sudah berbadan hukum tentu mempunyai kekuatan yang kuat untuk bekerjasama dengan pihak lain termasuk dengan PTPN ini,” pungkasnya. (yog/ted)






