Sampang (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Bajrasokah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mendatangi Kantor PLN Rayon Sampang, Selasa (2/12/2025). Aksi ini dilakukan untuk menuntut kejelasan nasib trafo listrik yang dilepas sejak 18 Juli 2023, yang hingga kini belum dipasang kembali, memaksa ratusan pelanggan bertahan hidup dengan sambungan listrik ilegal yang berisiko tinggi.
Warga menilai pihak PLN lalai menjalankan kewajibannya. Trafo yang diambil dari Dusun Seteran Timur tersebut merupakan satu-satunya sumber daya listrik resmi bagi ratusan pelanggan di Desa Bajrasokah. Akibat penarikan ini, warga mengaku terpaksa melakukan sambungan listrik tanpa meteran karena tidak memiliki akses listrik resmi selama lebih dari dua tahun.
Hermansyah, salah satu pemuda asal Desa Bajrasokah, menjelaskan bahwa pelepasan trafo pada 18 Juli 2023 kala itu disertai kesepakatan tertulis antara pihak PLN dan pemerintah desa setempat.
Dalam dokumen kesepakatan tersebut, kata Hermansyah, tercantum jelas bahwa warga diperbolehkan melakukan sambungan sementara tanpa meteran apabila dalam dua minggu pasca pencopotan, trafo belum dipasang kembali.
“Warga boleh menyambung tanpa meteran ini kan melanggar,” kata Hermansyah, Selasa (2/12/2025), mengungkapkan kekecewaan atas molornya waktu pemasangan.
Seiring berjalannya waktu, trafo yang dijanjikan tak kunjung kembali, padahal warga telah menunggu selama lebih dari dua tahun. Warga pun tidak punya pilihan lain selain bertahan dengan sambungan darurat hingga saat ini.
Hermansyah menekankan, sambungan listrik tanpa meteran tersebut sangat membahayakan keselamatan warga karena tidak dilengkapi dengan pengaman standar.
“Selain melanggar juga membahayan karena tanpa pengaman,” imbuhnya.
Menanggapi tuntutan warga, petugas Teknik PLN (Persero) ULP Sampang, Manda, hanya dapat menjelaskan bahwa kebutuhan trafo dan penunjang teknis lain masih dalam tahap pengadaan.
“Pengadaan peralatan tidak bisa dilakukan secara cepat karena ada prosedur,” singkatnya, tanpa memberikan kepastian jadwal pemasangan kembali trafo tersebut. [sar/beq]






