Blitar (beritajatim.com) – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau peternakan ayam telur di PT. Sumber Kelapa Bekcy Farm Blitar pada Rabu (18/6/2025) kemarin. Diketahui peternakan ayam petelur yang ditinjau oleh Gibran tersebut merupakan milik Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah.
Kedatangan Gibran ke kandang milik Wabup Blitar ini pun menimbulkan kecemburuan di golongan peternak rakyat. Para peternak rakyat merasa cemburu karena kandang ayam petelur mereka justru tidak dikunjungi oleh Wapres Gibran.
Sejatinya peternak ayam petelur di Blitar merupakan penyuplai 30 persen kebutuhan telur nasional. Blitar juga menjadi penyuplai 70 persen telur di Jawa Timur. Para peternak sendiri sebenarnya ingin menyampaikan sejumlah pesan kepada Gibran kaitannya dengan kondisi peternakan rakyat yang kian sulit.
“Kita menanti kebijakan yang ditelurkan dari kunjungan ini nanti kalau benar kebijakannya sepihak kepada yang besar ya pasti kecemburuan itu akan muncul dan efeknya akan sangat besar,” Suryono peternak ayam petelur Blitar sekaligus anggota PPRN (Peternak Ayam Petelur Rakyat Nasional), Jumat (20/6/2025).
Di tengah kecemburuan tersebut para peternak tetap menaruh pikiran baik kepada Gibran. Para peternak berprasangka bahwa keterbatasan waktu dan padatnya jadwal membuat Gibran akhirnya memiliki mengunjungi kandang ayam petelur milik Wabup Blitar.
“Mungkin juga pak Wapres kurang memahami posisi teman-teman peternak rakyat di Blitar ini, yang mana di Blitar yang telah menjadi sentra produksi telur ini telah bersinergi dengan peternak besar, menengah maupun kecil yang berjuang untuk memproduksi nutrisi untuk anak-anak negeri,” tegasnya.
Meski tak dikunjungi oleh Gibran, para peternak rakyat tetap menaruh harapan bahwa pertemuan Wabup Blitar dengan Wapres RI kemarin bisa menelurkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Di tengah kecemburuan itu, para peternak rakyat berharap kebijakan yang dikeluarkan nantinya tidak menguntungkan pebisnis besar semata.
“Kita tunggu saja kebijakannya itulah nanti yang akan membuktikan karena semua butuh waktu butuh proses, kalau setelah kunjungan ini kebijakan yang menguntungkan peternak kecil berarti kita harus memaklumi kalau tidak ada kunjungan namun programnya ada,” tegasnya.
Sementara itu, Sukarman peternak ayam Blitar juga menyatakan hal serupa. Dirinya pun meminta agar Wapres Gibran bisa mengeluarkan program yang berpihak kepada peternak rakyat.
“Seharusnya Gibran punya gagasan/ide untuk membantu masyarakat yang lagi ada masalah,” ucap Sukarman.
Saat berkunjung di PT Sumber Kelapa Bekcy Farm, Wapres Gibran mendorong agar peternakan rakyat dan swasta terus memperkuat kapasitasnya dengan inovasi, bisa melalui adopsi teknologi, peningkatan manajemen produksi, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan vokasi dan riset.
“Penguatan hilirisasi dan efisiensi produksi diyakini menjadi kunci dalam menjadikan Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga berdaya saing dalam industri pangan global,” katanya di sela kunjungannya ke peternakan petelur modern yang dikelola oleh PT Sumber Kelapa Bekcy Farm. [owi/beq]






