Surabaya (beritajatim.com) – Suharsono, suami dari Parsi harus sedikit bersabar untuk bisa mengetahui siapa pelaku pembunuhan istrinya pada Kamis (2/2/2023) lalu. Selain itu, ia juga harus meninggalkan rumah tempat ia dan Parsi sudah 32 tahun membina rumah tangga untuk sementara. Itu lantaran pihak kepolisian masih memasang police line di depan pintu rumahnya.
Suharsono tak bisa menyembunyikan rasa traumanya ketika mengingat peristiwa memilukan di hari itu. Ia yang baru saja pulang kerja dengan harapan bisa menyeduh kopi buatan istrinya harus menerima kenyataan jika Parsi tewas dengan tiga luka tusuk dan satu luka sayatan di leher serta dua luka di punggung.
Selain itu, kedua mata Parsi juga memar membiru. Suharsono ingat sekali saat hatinya tercabik melihat pendamping hidupnya yang sudah menemani selama 32 tahun tewas dengan tragis. “Saya pribadi berharap sebelum 40 hari sejak meninggal, pelaku segera menyerahkan diri ke kantor polisi. Harapannya mengakui secara jujur,” ujar Suharsono, Sabtu (4/3/2023).
BACA JUGA:
Wanita Tewas Mengenaskan di Simo Gunung Surabaya, Penyebab Utama Sayatan di Leher
Semenjak peristiwa tersebut, Suharsono beserta Anton putra kesayangan Parsi harus tinggal di rumah putri pertamanya yang sudah terlebih dahulu menikah. Selain terpasang police line tanda penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Parsi belum tuntas, Suharsono dan Anton masih trauma.
Mereka belum berani kembali ke rumah yang sudah dihuni selama 32 tahun tersebut. “Setiap malam saya berdoa dan memasrahkan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini dan menangkap pelaku,” imbuh Suharsono.
Suharsono meyakini, jika pelaku masih merupakan orang terdekat atau orang yang kenal dengan keluarganya. Entah keyakinan dari mana yang ia dapat, Namun berbagai keterangan dan keyakinan telah ia sampaikan ke pihak Satreskrim Polrestabes Surabaya.
BACA JUGA:
Pembunuh Wanita di Simo Gunung Barat Masih Misterius
Belum terungkapnya kasus ini secara terang membuat warga sekitar membuat asumsi liar terkait motif dalam kasus tewasnya wanita di Simo Gunung Barat tersebut. Mulai dari asmara, hingga perampokan harta benda.
“Kita masih penasaran siapa dan kenapa kok bu Parsi dibunuh. Padahal orangnya baik. Mungkin pelaku datang ke rumah korban dengan niat mengambil motor X Max yang terparkir di lokasi tersebut,” tegas Cipto, tetangga samping rumah keluarga Suharsono.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana hingga berita ini ditulis belum memberikan komentarnya terkait perkembangan tewasnya Parsi. [ang/suf]






