Ngawi (beritajatim.com) – Tami (59) warga desa Pengkol Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi nyaris pingsan pada Sabtu (1/4/2023). Janda 3 anak itu resah karena putri keduanya bernama Nurul Setyaningrum (30) tak kunjung pulang sejak Jumat (31/3/2023) sore. Diduga Nurul terseret arus Sungai Plelek yang mengalir ke arah Bengawan Solo di desa setempat.
Terakhir, Nurul pamit hendak mencari rumput untuk seekor kelinci yang dipeliharanya. Nurul menuju ke area sawah yang menyeberang sungai Plelek. Namun, hingga menjelang berbuka puasa, Nurul tak kunjung kembali ke rumah. Pada saat usai tarawih, pihak keluarga dibantu warga lain sempat menyisir ke lokasi tempat terakhir Nurul terlihat.
Diketahui, arus Sungai Plelek masih deras hingga Sabtu pagi. Tami hanya bisa memanjatkan doa dari pinggir sungai. Dia mengharap agar putrinya segera ditemukan. Saat ini warga dibantu TNI, Polri, dan relawan melakukan pencarian dengan menyisir sungai dengan perahu karet hingga pukul 16.00 WIB.
“Sore itu Mbak Nurul ini menuruni sungai ini katanya mau cari pakan ternak kelinci. Saat itu pakai baju biru ke hijau hijauan, celana pendek, bawa karung menyeberangi sungai. Saat itu belum banjir baru setelah itu banjir datang,” kata Rega Sulis Setyawan, warga setempat.
https://beritajatim.com/peristiwa/pelajar-tenggelam-di-waduk-sangiran-ngawi/
Sementara itu, Fuad Ari Sulistyo Kades Pengkol mengatakan pihaknya telah menyisir sampai ke Bengawan Solo. Namun, belum ada tanda Nurul ditemukan.
“Saudari Nurul ini mau mencari rumput untuk kelinci. Lwatnya sungai ini, ada saksi yang melihat dia menyeberang. Tapi sampai magrib belum pulang dan keluarga melapor, kami pun lakukan pencarian hingga malam belum ketemu kita lakukan sekarang pencarian sampai ke Bengawan Solo namun belum ketemu,” kata Fuad.
Pun, saat ini pihaknya masih menunggu Basarnas Pos SAR Trenggalek untuk melakukan pencarian terhadap Nurul. [fiq/but]






