Surabaya (beritajatim.com) – Atrica Choirun Nisa (31) meraup cuan hingga jutaan rupiah berkat inovasinya berupa tumpeng raksasa. Tak main-main, wanita muda pengusaha katering asal Surabaya ini pernah mendapat pesanan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Selama tiga tahun terakhir, Nisa, sapaan akrabnya, membuat tumpeng unik dengan tinggi lebih dari 1 meter. Hal itu menjadikan produknya berbeda dari pengusaha tumpeng yang lain.
Nisa mengakui, inspirasi membuat nasi tumpeng dengan tinggi lebih dari 1 meter ini muncul saat dia menghadiri resepsi pernikahan di hotel. Dia kerap menyaksikan pasangan pengantin memotong kue pernikahan yang tingginya lebih dari 1 meter.
“Aku lihat kue pesta pernikahan di hotel itu tinggi. Aku bilang yakin aku bisa buat seperti itu, tapi tumpeng,” tuturnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/1/2024).
Nisa mengakui, ada banyak pesanan tumpeng tinggi dan besar datang dari berbagai kalangan terutama pejabat. Tumpeng yang dipesan berukuran mulai dari 1 meter, 1,7 meter hingga 2 meter.
“Pernah juga pesanan untuk Gubernur Jatim Bu Khofifah tingginya dua meter dengan tingkat-tingkat. Harganya Rp20 juta. Mungkin yang dicari keunikannya dan belum banyak yang bikin tinggi seperti itu,” tutur pemilik ‘Omah Tuna’ ini.
Tumpeng seharga motor tersebut berukuran lebar 1,5 meter, dengan 2.000 bunga mawar segar. Dalam pembuatan tumpeng spesialis tinggi dan besar, banyak hal yang harus diperhatikan oleh Nisa.
“Penataannya makan waktu 10 jam, dibantu 20 karyawan. Kerangka nasi tumpeng dibuat khusus dari triplek dan besi untuk menopang kekuatan tumpeng. Bentuk tumpeng pun dibuat menarik dengan pilihan 20 jenis lauk dan beberapa jenis nasi,” jelas perempuan kelahiran 9 April 1992 ini.
Ada pun pilihan lauk itu mulai dari daging sapi, ayam, tongkol, kakap hingga burung dara. Aneka sayur seperti urap-urap dan acar. Pilihan nasi ada nasi kuning, nasi jagung, liwet, kebuli tampil di satu tumpeng. Penambahan buah ukir dan bunga mempercantik tampilan tumpeng.
Pesanan tumpeng kreasi Nisa tidak hanya datang dari area Sidoarjo dan Surabaya, tapi juga dikirim ke Ponorogo, Nganjuk, hingga Pacitan.
Nisa mengungkapkan, usaha tumpeng yang dijalaninya tak lepas dari kendala. Terutama saat proses pengiriman, menghias hingga menyiapkan ukiran buah yang menjadi ciri khas tumpengnya.
“Susahnya mengeluarkan dari mobil, hiasan juga harus dihias di tempat, bentuknya juga ukiran buah yang kita buat 90 persen mirip dengan foto,” tukasnya.
Selain itu, Nisa juga mempersiapkan pagar kacang sebagai hiasan tumpeng. Kacang harus dipilih yang segar, yang tidak kopong, ukuran cenderung sama, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil.
“Kualitas kacang menentukan kualitas kekokohannya. Yang benar-benar bikin kokoh adalah pinggirannya,” ungkapnya.
Dalam merintis usahanya, Nisa dibantu 26 karyawan. Ia berkomitmen dapat membantu para perempuan untuk terus aktif dan berkarya. Misalnya, mengajari mereka latihan mengukir buah dan menata tumpeng.
“Tidak hanya tampilan tapi juga (rasa) enak. Dari nasi kotak aku mulai belajar masak, bikin nasi yang dibentuk tematik gambarnya sampai bikin tumpeng,” pungkasnya. [tok/beq]






