Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa 90 persen ibadah haji merupakan ibadah fisik sehingga petugas PPIH 2026 wajib menjaga kebugaran dan stamina prima.
Hal tersebut disampaikannya usai mendampingi peserta Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 dalam agenda fun walk di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Dalam kegiatan yang dimulai dengan apel pagi dan dilanjutkan dengan makan bersama tersebut, Dahnil memimpin para calon petugas menempuh jarak 9,3 kilometer atau setara empat putaran area Asrama Haji hingga kawasan Halim dalam waktu satu jam.
Aktivitas fisik ini menjadi simulasi nyata mengingat beratnya medan tugas di tanah suci nantinya.
Dahnil menyatakan optimisme bahwa kedisiplinan dan kapasitas para petugas akan terus meningkat menjelang keberangkatan.
Ia menekankan pentingnya penguasaan fikih haji dasar dan kemampuan komunikasi bahasa Arab Amiah bagi seluruh petugas agar pelayanan kepada jemaah berjalan lancar tanpa kendala bahasa yang berarti.
“Mudah-mudahan minggu terakhir itu semakin baik, terutama semakin kompak, semakin disiplin, bugar, kemudian kapasitas fikih hajinya semakin meningkat, kemudian bahasa Arab Amiahnya juga lebih baik,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan arahan di lokasi.
Pelatihan intensif selama 20 hari ini dirancang sebagai stimulus untuk membangun habitus atau kebiasaan baru bagi para petugas. Dahnil mengingatkan agar para peserta tidak terlena setelah masa pelatihan berakhir, terutama saat memasuki bulan Ramadan, mengingat masa tugas di Arab Saudi akan berlangsung cukup lama, yakni sekitar 70 hingga 75 hari.
Berdasarkan jadwal, para petugas dijadwalkan mulai bertolak ke Arab Saudi pada April atau Mei 2026 dan baru akan kembali ke tanah air pada Juni 2026. Selama periode tersebut, petugas akan menghadapi tantangan fisik yang berat, termasuk kemungkinan berjalan kaki hingga puluhan kilometer dalam sehari saat puncak haji.
“Saya pernah menghitung misalnya jarak paling jauh itu jalan dari Arafah ke Masjidil Haram, itu bisa 25 kilometer atau setara 30 ribu langkah. Artinya pelan-pelan dilatih 20 hari ini, dan ada tiga bulan ke depan stamina-nya terus dilatih,” jelas Dahnil.
Fokus utama pelayanan tahun ini tetap memberikan afirmasi lebih terhadap jemaah lansia dan jemaah perempuan. Mengingat sebagian besar jemaah Indonesia masuk dalam kategori lansia, Dahnil menyebut asistensi dari petugas yang kuat secara fisik dan mental menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 secara nasional.
“Kenapa stamina itu penting? Karena 90 persen ibadah haji itu pasti ibadah fisik, dan teman-teman mengurusi orang-orang lansia. Kita sudah berikan afirmasi ke layanan terhadap jemaah perempuan yang juga banyak dari kalangan lansia,” pungkasnya. [ian/beq]






