Kediri (beritajatim.com) – Beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kediri untuk mengendalikan inflasi Kota Kediri pada bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1440 H, disampaikan oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam talkshow di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Kamis (16/5/2019).
Seperti diketahui, setiap memasuki bulan Ramadan maupun menjelang hari raya Idul Fitri harga-harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan. Sudah bukan rahasia lagi nilai belanja masyarakat untuk kebutuhan pokok, baik membeli ke pasar tradisional ataupun swalayan meningkat. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat agar selalu bijak dalam berbelanja terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]Langkah pertama dalam mengendalian adalah melakukan rapat koordinasi para pimpinan pemangku kebijakan ( high level meeting ) untuk merumuskan kebijakan pengendalian inflasi jelang lebaran. “Alhamdulillah tahun ini kita diundang oleh di provinsi untuk high level meeting oleh Bank Indonesia. Disana dibahas apa saja yang menjadi kendala,” ujar walikota yang populer dengan sapaan Mas Abu ini.
Kemudian, lanjut Mas Abu, menyebut bahwa Pemerintah Kota Kediri memiliki beberapa kebijakan dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Pertama , melakukan Focus Group Discussion dengan pelaku usaha dan pedagang besar. Kedua , melakukan sidak harga dan stok bahan kebutuhan pokok ke pasar tradisional dan pasar modern serta gudang. Ketiga , secara rutin melakukan pemantauan perkembangan harga bahan kebutuhan pokok secara berkala melalui website www.siskaperbapo.com.

Kedelapan , melakukan kebijakan kepada pasar modern ataupun swalayan untuk memberikan discount . Kesembilan , menjaga ekspektasi masyarakat dengan memberikan informasi kepada masyarakat dan memberikan edukasi kepada ibu-ibu supaya belanja secara hemat dan bijak.

“Itulah pemerintah hadir dan pemerintah mengintervensi agar harga bisa turun dan inflasi bisa turun lagi. Ini sudah beres tapi kita terus lakukan operasi pasar,” pungkasnya.
Mas Abu menghimbau kepada para pedagang agar memberikan harga yang tidak terlalu tinggi dan untuk masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja. “Kalau punya uang banyak ditabung atau diinvestasikan untuk pendidikan putra-putinya. Untuk masalah harga memang ada sedikit goncangan, Insya Allah kami jamin stabil. Di pasarpun harga juga hampir kembali seperti semula,” imbuhnya.
Terakhir, Mas bu mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusifitas di bulan suci Ramadan. “Kita jaga kondusifitas dan ibadah yang baik. Kota Kediri memiliki toleransi yang bagus mari kita jaga. Insya Allah di Kota Kediri semua akan menjadi lebih baik,” harapnya.
Selain Walikota Kediri, dalam talkshow ini juga menghadirkan lima narasumber lainnya yakni Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia Kediri Musni Hardi, Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T. Brahmana, Kepala Disperdagin Kediri Yetty Sisworini, Ketua MUI Kota Kediri KH.Muhammad Kafabihi Mahrus dan Wakil Kepala Bulog Subdivre Kediri Deny Kurniawan. [adv hms/nng].






