Bangkalan (beritajatim.com) – Salah satu wali murid SDN Kemayoran 1, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, Madura, mengeluh lantaran harus membeli atribut seragam sekolah yang mencapai 7 macam. Diantaranya topi Rp20 ribu, dua pasang kaos kaki warna hitam Rp30 ribu, dua pasang kaos kaki putih Rp30 ribu, ikat pinggang Rp20 ribu, bed kelas Rp10 ribu, nama dada Rp10 ribu, serta lambang bendera merah putih Rp5 ribu.
“Total uang yang harus dibayar untuk pembelian atribut itu sebesar Rp125 ribu, selain membeli LKS (Lembar Kerja Sekolah) agama Rp13 ribu,” terang pria yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (20/8/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”sekolah-bangkalan”]
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Kemayoran I Bangkalan, Nurhayati Eka, membenarkan bahwa ada 8 jenis atribut yang dibanderol Rp205 ribu. Akan tetapi, pihaknya mengaku beberapa atribut tersebut berdasarkan usulan dari wali murid sendiri.
“Ada sebagian yang memang usulan dari wali murid. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena orang tua siswa sudah bersemangat menginginkan atribut itu untuk anak-anaknya. Jadi atas usulan mereka,” tegasnya.
Klaimnya, pihak sekolah sempat menolak penggunaan usulan wali siswanya tersebut. Sebab, dikhawatirkan akan menjadi sorotan dari berbagai pihak. Menurutnya, sejumlah atribut tersebut memang tidak bisa dianggarkan dari keuangan sekolah dalam hal ini Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga untuk mendapatkannya siswa harus membelinya. “Tidak bisa diakses dari Bos jadi harus membeli secara pribadi,” tandasnya. [sar/suf]






