Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian Polrestabes Surabaya atas dibangunnya monumen 1000 knalpot di kawasan perbatasan Surabaya-Sidoarjo, Jalan Ahmad Yani, depan Mall Cito, Kamis 1 Agustus 2024 sore.
Monumen knalpot tidak sesuai standart ini dirangkai selama 6 bulan dan tersusun dari 2.064 knalpot. Hasil sitaaan operasi Lilin Semeru 2023 – 2024.
“Saya mewakili seluruh warga Kota Surabaya dan jajaran pemerintah Kota Surabaya mengucapkan maturnuwun yang setinggi-tingginya kepada Pak Kapolrestabes Surabaya dan seluruh jajaran, wabil khusus Satlantas,” jelas Eri, Kamis (1/8/2024).
Eri menyampaikan, monumen 1000 knalpot yang diberi nama “Monumen Surabaya Wani” ini bagus sebagai pengingat warga. Agar memakai knalpot standart.
“Ini sesuai dengan tata ruang kita. Sehingga bila ada orang luar masuk ke Surabaya, maka gunakan-lah knalpot standart. Ini akan menjaga ketertiban kenyamanan di Kota Surabaya, dalam berlalu lintas,” terangnya.
Menurut Eri, monument tersebut sangat luar biasa. Apalagi, dengan tambahan permainan lampu. Pesan pengingat ini akan lebih mudah ditangkap oleh warga masyarakat di Kota Surabaya.
“Mempercantik kota dengan permainan lampu. Karena pesan-pesan yang harus disampaikan ke masyarakat. Sehingga pesan ini bisa diterima sekaligus indah,” pungkasnya. [ram/suf]






