Probolinggo (beritajatim.com) – Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Super Rindo, pusat perbelanjaan di Kota Probolinggo, pada hari ke-11 bulan Ramadan. Sidak ini dilakukan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo.
Dalam sidak tersebut, Wali Kota menemukan beberapa produk yang tidak sesuai aturan, seperti kemasan susu yang penyok. Tak hanya itu ada beberapa produk non halal digabungkan dengan produk halal.
Selain itu, Aminudin juga menyoroti penempatan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinilai kurang strategis. Sehingga tidak terlihat jelas dan banyak produk UMKM yang tidak banyak peminat.
“Tadi ada beberapa saran kita, produk-produk yang berbahan khusus dari pribadi kita minta dikembangkan di tempatnya sendiri. Kalau faktur itu kan memungkinkan nanti salah ambil kalau sudah sampai,” jelasnya.
Wali Kota juga menyoroti ketersediaan sembako di supermarket yang sampai saat ini dipastikan mencukupi untuk ketersediaan bahan untuk warga Kota Probolinggo. Pasalnya saat ini sudah tersedia beras dari bulog yakni 42 ton menjadi 22 ton yang cukup untuk satu setengah tahun.
“Kami berharap agar supermarket juga mendorong produk UMKM di wilayah Kota Probolinggo. Sehingga perekonomian di Kita Probolinggo meningkat dan bisa membangun Kota Probolinggo,” katanya. (ada/kun)






