Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto telah memasuki tahun ketiga penerapan program inkubasi wirausaha. Semula, program ini dicetuskan Pemkot Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) dalam merespon meningkatnya jumlah pengangguran akibat pandemi Covid-19.
“Banyak yang pengasilannya menurun. Maka Pemkot Mojokerto konsisten, dalam 3 tahun ini terus mentransfer ilmu, membekali masyarakat dengan berbagai pelatihan,” ujar Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menutup Pelatihan Amenitis Hotel dan Menjahit di Gedung Raw Material, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Senin (5/12/2022).
Berbagai jenis pelatihan diberikan kepada warga Kota Mojokerto. Tujuannya agar peserta pelatihan bisa mendapatkan pelatihan dan menambah penghasilan untuk keluarga. Wali Kota perempuan pertama Kota Mojokerto ini, berpesan agar para peserta bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat dari pelatihan tersebut.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkot-mojokerto”]
“Semua transfer ilmu ini tujuannya agar bisa panjenengan manfaatkan untuk menambah penghasilan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan panjenegan sekeluarga. Kami memantau betul, ilmu yang panjenengan agar dapat diaplikasikan. Tapi tentu itu juga belum cukup. Maka, kami juga berharap panjenengan mau, dengan niat yang kuat untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat, dan tidak mudah menyerah,” pesannya.
Sebelumnya, para peserta mendapatkan beragam pelatihan dalam bidang pembuatan makanan dan minuman, kerajinan kriya, alas kaki, membatik, membordir, dan lain-lain. Pelatihan tersebut mendatangkan narasumber ahli yang merupakan wirausahawan sukses di masing-masing bidang, baik dari dalam kota maupun luar kota.
Tidak sekadar transfer ilmu perihal teknis, para narasumber tersebut juga banyak berbagi mengenai kiat-kiat sukses dalam berwirausaha, sehingga secara tidak langsung juga memotivasi para peserta. Tidak berhenti di pemberian pelatihan. Keseriusan Pemkot Mojokerto menggarap program Inkubasi Wirausaha juga dilanjutkan dengan pendampingan, pemberian bantuam permodalan sesuai bidang usaha masing-masing.
Dan pembentukan koperasi atau sering disebut 4P (Pelatihan, Pendampingan, Permodalan, dan Pembentukan Koperasi). Dengan demikian, target untuk melahirkan pelaku UMKM baru di berbagai bidang benar-benar dapat terwujud. Hal tersebut tentu kemudian berpengaruh pada tingkat pengangguran di Kota Mojokerto. Terbukti, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan.
Sejak terjadi pandemi, TPT tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 6,74 persen, padahal di tahun sebelumnya hanya 2,63 persen. Namun upaya pemuliham ekonomi terus dilakukan, termasuk melalui program Inkubasi Wirausaha. Sehingga di tahun-tahun berikutnya TPT konsisten mengalami penurunan hingga tahun 2022 tercatat di angka 5,05 persen.
Meski belum dapat mencapai angka seperti sebelum terjadi pandemi, wali kota berharap semua pihak tetap optimis. Mengingat upaya sepatutnya tidak hanya dari pihaknya, melainkan dukungan para warga terhadap upaya yang ada juga tidak kalah penting. [tin/suf]







