Jember (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Emil Dardak menyentil anak-anak muda di Jawa Timur agar mau membesarkan koperasi. Sentilan dan harapan ini dikemukakannya saat berpidato, dalam acara peringatan Hari Koperasi, di alun-alun Kabupaten Jember, Kamis (27/7/2023).
“Anak-anak muda bercita-cita bekerja di perusahaan internasional, kerja di start up. Belum ada yang ngomong ingin membesarkan koperasi. Mari kita tanamkan sedini mungkin,” kata Emil.
Emil meminta masyarakat tidak takut berkarir di koperasi, karena juga mendapat perlindungan ketenagakerjaan yang sama dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. “Seluruh insan koperasi dan keluarganya bisa bekerja dengan tenang karena tahu kalau terlindungi,” katanya.
Emil mengajak semua pihak berkomitmen mendukung dan mengembang koperasi. “Koperasi ini kalau bukan kita yang menyengkuyung siapa lagi? Koperasi ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita.”
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Jawa Timur Slamet mengatakan, anak-anak muda mulai meninggalkan koperasi. “Bahkan tidak sedikit yang tidak paham koperasi,” katanya.
Menarik minat generasi muda, Dekopin meningkatkan kualitas Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkop) Wilayah. “Hari ini kita telah membentuk pemandu-pemandu anak muda yang kita ambil dari koperasi mahasiswa, koperasi pemuda, koperasi siswa, untuk memahami apa koperasi itu,” kata Slamet.
Dekopin mengutamakan perkembangan koperasi pelajar, menurut Slamet, karena 65 persen penduduk Jatim adalah generasi milenial. “Anak-anak muda sekarang karena dampak globalisasi, ingin menjadi pengusaha berbasis swasta. Pilihan ekonomi ada tiga: badan usaha milik daerah, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik desa, swasta, dan koperasi,” katanya.
“Koperasi adalah (usaha) ekonomi yang dibangun secara berjamaah. Jamaah itu gotong royong, saling menolong, dan saling membantu. Maka koperasi adalah ibadah. Kalau kita kaya, kaya bersama. Setara ekonominya dan mengamalkan sila kelima Pancasila. Supaya tidak terjadi kesenjangan ekonomi ya kita kuatkan koperasi ini,,” kata Slamet.
Slamet mengakui, tidak sedikit koperasi yang menyalahgunakan lembaga. “Dengan menggunakan bendera koperasi, tapi praktiknya bukan koperasi. Ini bagian yang harus kita jewer. Ini bagian yang harus kita ingatkan, kita bina bersama, dalam bentuk pendidikan koperasi yang baik,” katanya.
Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jatim melalui ketua bidang pendidikan dan lapenkop akan memberi masuikan kepada eksekutif dan legislatif. “Bagaimana supaya dalam dunia pendidikan, baik tingkat SLTA, perguruan tinggi, memasukkan modul kewirausahaan berbasis koperasi. Materi modul ini sudah kita bahas di Dewan Koperasi melalui Lapenkopwil Jatim,” kata Slamet.
Khusus untuk Jember, Slamet berharap pemerintah daerah melakukan pendidikan koperasi kepada masyarakat. “Namanya berkoperasi adalah pekerjaan jamaah, bukan pekerjaan mudah. Kata kuncinya untuk membangun koperasi yang baik ini adalah konsisten dan komitmen semua pihak,” katanya. [wir]






